Sudah Ditertibkan,Mesin Sedot Pasir Di Desa Lamuk Masih Menambang

Onlinebuser.com, Purbalingga – Saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Eks Karesidenan Banyumas di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Selasa (12/3/2019), Camat Kaligondang Suminto mengeluhkan maraknya penambangan liar galian C di wilayahnya dan sekitarnya.

Usulan tersebut disambut baik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pemkab Purbalingga. Ia pun meminta kepolisian di Purbalingga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Kepada Kapolres Purbalingga yang hadir, saya minta agar usulan tersebut tentang galian C dituntaskan secara serius,” ucap Ganjar

Sementara Kapolres Purbalingga, AKBP. Kholilul Rokhman mengatakan, penambangan galian C itu ada yang sudah berizin dan ada yang belum. Sehingga kita nanti berkoraborasi dengan pemerintah daerah sebagaimana instruksi bapak Gubernur, ada galian C yang tidak berizin akan kita tertibkan.

“Kita akan bicarakan dan berkoraborasi dengan pemerintah daerah, sehingga tidak ada resistensi dengan masyarakat. Kita sudah lakukan penertiban dan dalam proses penyidikan. Yang dua kemarin kan sudah diproses,” tegas Kapolres.

Seperti diberitakan onlinebuser.com bulan Januari lalu bahwa kepolisian bersama dinas ESDM Provinsi Cabang Jawa Tengah melakukan penertiban penambangan ilegal menggunakan mesin sedot di kali Pekacangan Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Dalam penertiban petugas menyita 2 mesin alat sedot yang diduga milik warga setempat Toha, Diran Sutikno.

Saat diwawancarai media onlinebuser.com, Kasi Geologi Dan Minerba Dinas ESDM Cabang Serayu Tengah Pambudi mengatakan bahwa penambangan pasir menggunakan alat sedot termasuk ilegal, karena ESDM tidak pernah mengeluarkan izin untuk tambang pasir tersebut.

“Dari segi perizinan sudah menyalahi. Tambang menggunakan mesin sedot tidak bisa diizinkan, karena berdampak besar kepada lingkungan. Itulah mengapa, perlu secepatnya dilakukan penertiban,” kata Pambudi.

Menurut pantauan wartawan onlinebuser.com dilapangan, Rabu (13/3/2019) kegiatan penambangan menggunakan mesin sedot di sungai pekacangan Desa Lamuk masih beroperasi. Padahal jelas dalam peraturan ESDM, penambangan pasir menggunakan mesin sedot tidak bisa diizinkan dan berdampak besar terhadap lingkungan.

Sedangkan Sutikno salah satu pengurus penambang sedot sungai kacangan Desa lamuk mengatakan dan membenarkan kegiatan menambang dengan mesin sedot sudah mulai 1 bulan yang lalu setelah pasca penertiban oleh ESDM dan kepolisian.

Ia juga menyampaikan bahwa pengambilan mesin yang sudah disita bisa diambil dan diperbolehkan beroperasional dengan catatan para penambang membuat izin.

“Kami sudah mengajukan perizinan. Semua penambang total ada 7 orang dan masing-masing dikenakan biaya tujuh juta rupiah per penambang,” jelasnya.

Sementara dari pihak Kasi Geologi Dan Mineral ESDM Cabang Serayu Tengah, Pambudi menyampaikan bahwa apapun bentuknya terkait tentang penambangan pasir menggunakan mesin sedot tidak diizinkan. Karena ESDM tidak pernah mengeluarkan izin untuk tambang pasir tersebut.

“Kami tidak pernah mengeluarkan izin penambangan pasir dengan mesin sedot. Dari segi perizinan jelas menyalahi. Tambang menggunakan mesin sedot tidak bisa diizinkan, karena berdampak besar kepada lingkungan,” tegas Pambudi saat dikonfirmasi by pone, Kamis (14/3/2019).

Liputan Rillis ; Kurniawan.
Editor ; Nofri.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: