SRAGEN SELENGGARAKAN UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI BELA NEGARA KE 70 DAN HARI IBU KE 90

Onlinebuser.com, SRAGEN – Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,S.E memimpin upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-70 dan Hari Ibu ke-90 tahun 2018, Rabu (19/12/2018) yang bertempat di Halaman Setda Kantor Dinas Bupati Sragen. Upacara diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pejabat OPD, TNI  – POLRI, gabungan organisasi wanita (orwan), Aparatur Sipil Negara Pemkab Sragen serta perwakilan mahasiswa dan pelajar.
Wakil Bupati dalam amanatnya membacakan sambutan Pidato Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menpolhukam) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. . menpolkam mengatakan bahwa wujud Bela Negara di tengah teknologi disruptif bukanlah larut dalam disruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif. Justru bangsa ini harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan baik dalam konteks soslal maupun alamiah.“Dalam konteks sosial, kemampuan generasi milenial mengantisipasi kecepatan perubahan dunia tidak boleh terlepas dari pondasi budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur Bangsa. Sedangkan, dalam konteks alamiah, penghargaan bangsa kita terhadap kelestarlan Iingkungan adalah wujud Bela Negara yang sangat penting.”Lebih lanjut pihaknya menambahkan pentingnya Bela Negara sebagai nilai-nilai bangsa, kearifan lokal, dan keaslian lingkungan hidup kita yang jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan, dan Iistrik.“Semuanya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonesia sejak dini; antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang.
Selanjutnya, terkait peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 Wakil Bupati juga membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA yang menyampaikan bahwa Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia.“Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kernerdekaannya. Ketertibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia”Pihaknya menjelaskan bahwa bertepatan dengan PHI ke-90 Tahun 2018 ini telah diusung tema: “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”.“Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakukan diskriminatif, dan lainnya”
Upacara diakhiri dengan penyerahan beasiswa dari Yayasan Beasiswa Kartini Sukowati gabungan ORWAN Sragen kepada 13 siswa oleh Wakil Bupati, dilanjutkan Ketua Dharma Wanita Sragen dan Ketua TP PKK Sragen.
Liputan Rilis: (Sugeng / srg)
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!