NAHKODA BARU KETUA PMI KUDUS, OPTIMIS TARGET I M BULAN DANA PMI 2019 TERCAPAI

Onlinebuser.com, Kudus – Kehadiran Rina Budi Ariyani sebagai nahkoda baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus, rupanya membawa angin segar bagi organisasi kemanusiaan tersebut. Dengan struktur kepengurusan yang baru, Rina Tamzil, sapaan akrab istri Bupati Kudus itu optimis kedepan PMI akan semakin baik.

              Usai acara Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kudus yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (14/03), Rina Tamzil mengatakan bahwa dirinya akan membangun kerjasama solid dengan jajaran pengurus dan masyarakat untuk menggalang bulan dana PMI.

            “Tahun ini bulan dana PMI diketuai oleh Kapolres Kudus, AKBP Saptono dengan target Rp. 1 miliar. Dengan kerjasama yang solid, saya optimis dan yakin hal tersebut dapat tercapai,” ujarnya.

             Jika ditahun-tahun sebelumnya, bulan dana PMI Kudus belum bisa menenuhi taget yang ditentukan. Misalnya, bulan dana tahun 2018 lalu yang ditargetkan mendapat Rp. 635.280.000. Namun realisasinya baru mencapai 70 persen atau Rp. 460.149.500.

             Untuk mendongkrak pendapatan bulan dana PMI, dia berencana akan merangkul masyarakat dan perusahaan yang ada di Kudus. Mengingat, dana yang terkumpul dari bulan dana PMI merupakan sumber utama pendanaan dari setiap aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

            “Besuk siang, kami akan melaksanakan rapat koordinasi bersama jajaran pengurus untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PMI Kudus selama 5 tahun terakhir ini. Setelah itu, baru kita akan rumuskan formulasi untuk perbaikan progam-progam PMI. Termasuk soal bulan dana  PMI dan ketersediaan darah,” jelasnya.

             Soal ketersediaan darah, Rina mengatakan jika kedepan donor darah akan senantiasa dilakukan disetiap kegiatan yang dilakukan oleh PMI dan memperluas kerjasama dengan perusahaan/intstansi dalan melakukan donor darah. Dengan begitu, dia optimis stok darah di Kudus selalu aman.

             Sementara itu, Imam Triyono, Ketua PMI Jawa Tengah yang hadir melantik pengurus baru PMI Kudus, mengaku optimis dengan hadirnya Undang-undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Dengan disahkannya landasan tersebut, dapat mempertegas posisi PMI sebagai salah satu organisasi kemanusiaan di Indonesia.

           “Keberadaan UU tersebut sebagai payung hukum untuk melakukan tindakan perlindungan kemanusiaan. Utamanya bagi relawan PMI yang harus berada di lokasi bencana atau konflik dan melakukan tugas mitigasi bencana secepat mungkin,” ujar dia.

                Dengan adanya landasan hukum dan kepengurusan baru, dia optimis PMI Kudus bisa menjadi lebih baik lagi. “Bulan dana PMI itu nanti sepenuhnya akan kembali ke masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI. Seperti pemberian sumbangan untuk korban bencana tanah longsor, banjir dan puting beliung. Hal inilah yang harus dipahami oleh masyarakat. Kalau masyarakatnya sudah paham, maka target bulan dana PMI akan terpenuhi,” pungkasnya.

Liputan Rilis: (Jimmy – Kudus)
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: