MENGENAL LEBIH DEKAT KETUA DPRD KUDUS ACHMAD YUSUF R

Onlinebuser.com, Kudus – Muda, cerdas, dan berwibawa, itulah kesan pertama kali yang nampak dari seorang politisi muda, mantan aktivis GMNI asal kota kretek Kudus Achmad Yusuf R. Diusianya yang baru 35 tahun, dirinya sydah menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Kudus. Hal itu menangkis kesan negatif kualitas politisi muda, menunjukkan satu  prestasi sekaligus pembuktian kualitas dirinya sebagai seorang politisi muda.

               Diceritakan Achmad Yusuf R kepada awak media, bahwa pengalamannya saat awal tertarik di dunia politik hingga terjun ke partai politik ( Parpol ), dirinya pernah dikucilkan atau dipandang sebelah mata oleh rekan sesama politisi. “Yang namanya orang baru dipandang sebelah mata seperti itu hal yang biasa, tetapi itu tidak membuatnya menjadi down. Justru sebaliknya, hal tersebut menjadikan sebuah motivasi untuk membuktikan kualitas dari politisi muda,”jelasnya.

                Lebih lanjut diceritakan suami dari Reni Kusbandari, dirinya ( Achmad red ) mengenal politik semenjak duduk dibangku kuliah dengan bergabung di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ), dan menjadi wakil ketua DPC GMNI kota Semarang tahun 2005. Diskusi – diskusi politik yang disajikan diorganisasi tersebut berhasil menarik perhatiannya.

                 Lulusan DIII keuangan daerah fakultas ilmu sosial dan ilmu politik ( FISIP ) Universitas Diponegoro tahun 2004, uasi lulus kuliah langsung bergabung dengan Parpol. Karier pertamanya menjadi Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jawa Tengah pada tahun 2007.   “Banyak hal menarik yang saya pelajari, politik tidak hanya diartikan sebatas perebutan kekuasaan saja, namun juga wadah untuk perjuangan dan pengabdian seseorang. Karena, melalui jalur politiklah, kebijakan-kebijakan strategis yang berpihak pada warga bisa diambil,” ujarnya.

                Selama tujuh tahun malang melintang berjuang untuk masyarakat di luar sistem, pada 2014, untuk pertama kalinya ayah Alexandra Al Qisthi Achmad dan ayah Sultan Abdurrahman Achmad itu, mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota Dewan Daerah Pemilihan (Dapil) Dawe – Jekulo. Kinerja bagus yang ditunjukkanya berhasil menghantarkan Achmad Yusuf menduduki posisi Sekertaris DPC PDIP Kudus tahun 2010, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kudus, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus (2012-2017), Ketua Komisi C DPRD Kudus (2017-2018) dan sekarang menjadi Ketua DPRD Kudus.

                   Belasan tahun mengenal dunia politik, ia menilai masih banyak perbaikan yang harus dilakukan dalam sistem politik praktis di Indonesia. Alasan inilah yang membuatnya terus bertahan sebagai politisi sampai sekarang.

                   Karena baginya, politik bukan sekedar urusan merebutkan dan mempertahankan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Politik adalah ilmu dan seni dalam menyelenggarakan sistem kehidupan bernegara yang baik. “Memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi rakyat merupakan jalan yang saya pilih, untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara,”imbuhnya.

                    Bersama rekan-rekan sesama politisi di DPRD Kudus, masih banyak tugas yang harus diselesaikannya di akhir masa jabatan. Progam Legislasi Daerah (Prolegda) yang beberapa waktu lalu telah di Paripurnakan, rencananya akan dibahas dan diselesaikan di 2019. “Meskipun hal tersebut tidak memungkinkan diselesaikan hingga 100 persen, kami berharap sampai Agustus nanti sudah ada beberapa Peraturan Daerah (Perda) maupun Rencana Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan oleh lembaga eksekutif maupun legislatif sudah terselesaikan,”pungkasnya.

Liputan Rilis: (Jimmy – Kudus)
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!