SEBANYAK 820 SISWA IKUTI UNBK PAKET C

Onlinebuser.com, – Sebanyak 820 siswa program kesetaraan paket C di Kabupaten Kudus mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK Assaidiyyah 1, SMA 2 Kudus, SMA 2 Bae, SMA 1 Bae, SMA 1 Gebog, SMK Duta Karya, SMA 1 Mejobo paket C hari ketiga Senin (15/04). Mereka dibagi di tujuh lokasi pelaksana UNBK, yaitu SMK Assaidiyyah 1, SMA 2 Kudus, SMA 2 Bae, SMA 1 Bae, SMA 1 Gebog,  SMK Duta Karya, SMA 1 Mejobo.

Plt Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus M Zubaidi menyampaikan, UNBK kali ini merupakan kali kedua untuk pendidikan kesetaraan di Kabupaten Kudus. Penyelenggara UNBK tahun ini adalah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Sejati Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati.  PKBM ini menjadi induk dari 13 PKBM lain karena satu-satunya yang telah terakreditasi B,” jelasnya.

”Meskipun pendidikan kesetaraan, tapi pelaksanaan ujiannya sudah berbasis komputer, sehingga hasilnya sesuai dengan kemampuan dan tidak bisa nyontek,” katanya saat monitoring pelaksanaan UNBK di SMK Assaidiyyah kemarin.

Menurutnya, peserta UNBK paket C sangat variatif, mereka mayoritas sudah bekerja dan mengajukan izin dari tempat bekerja untuk pelaksanaan ujian kali ini. Dalam sehari, peserta mengerjakan dua mata pelajaran dengan dua sesi pelaksanaan,”imbuhnya.

Ketua PKBM Sejati Anna Rita menyampaikan, saat ini pelaksanaan ujian bagi peserta pendidikan kesetaraan lebih tertib. Bahkan, seluruh administrasi yang harus dikerjakan sama dengan sekolah formal, sehingga panitia maupun pelaksana tetap tertib dalam melaksanakan UNBK. UNBK paket C hampir sama persis dengan UNBK  sekolah formal, jadi pengawas ujiannya juga silang,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan UNBK kemarin, satu mata pelajaran diberi kesempatan waktu hingga dua jam, namun peserta banyak yang selesai dalam waktu kurang dari satu jam.

Salah satu peserta UNBK Paket C di SMA 2 Kudus, Ika Rahmawati mengaku segera mengakhiri UNBK mata pelajaran Bahasa Inggris karena sudah selesai lebih cepat. Menurutnya banyak soal yang asal dikerjakan karena merasa tidak bisa menjawab. Yang penting selesai,  kemudian kami  selesaikan bisa segera  keluar kelas,” ungkapnya.

(Jimmy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: