Sebanyak 2604 Ekor Kepiting Bakau Bertelur Diamankan Dit Polair Polda Kalbar dan BKIPM Pontianak di Mako Polair Polda Kalbar

Onlinebuser.com, Kalbar – Rabu (14/11/2018) ,Dalam keterangan pers Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono mengatakan upaya penyelundupan ke Malaysia tersebut digagalkan dalam menegakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor. 56/Permen-KP/2016 tentang Lobster,Kepiting dan Renjong dari wilayah Negara Republik Indonesia..

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menuturkan digagalkan ribuan kepiting bakau jenis betina, bertelur ini merupakan kerja sama antara Ditpolair Polda Kalbar dengan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Pontianak. “Upaya yang dilakukan oleh Tim Dit Polair Polda Kalbar bersama BKIPM Pontianak berhasil menyelamatkan terjadinya potensi kerugian Negara,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono di Mako Ditpolair Polda Kalbar. Lanjutnya, karena berdasarkan informasi masyarakat dari BKIPM bahwa penghitungan yang dilakukan olehnya dari 1 ekor kepiting betina bertelur dapat menghasilkan 12 juta telur kepiting sehingga dengan Asumsi dari 2604 ekor yang berhasil diselamatkan dan dapat menyelamatkan potensi 5,2 miliar calon kepiting baru. Selain itu untuk diperkirakan kerugian Negara dimana 1 ekor kepiting dengan berat rata-rata 400 gram dengan nilai pembelian sekitar Rp 120.000 dan dapat dijual di wilayah Malaysia dengan harga sekitar 55 RM (Rp 192.000) maka potensi kerugian Negara yang dapat diselamatkan sekitar Rp 182 juta rupiah,” jelasnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun BKIPM Pontianak menuturkan diamankannya ribuan ekor kepiting bakau jenis Betina-Bertelur ini terkait surat Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sejak tanggal 27 Desember 2016 memberitahukan pelarangan Pengiriman/Penangkapan/Pengeluaran Kepiting Bertelur berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor. 56/ Permen KP/ 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Renjong dari wilayah Negara Republik Indonesia. “Karena pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan memberlakukan pelarangan tersebut erat kaitannya dengan menjaga habitas kepiting bakau betina atau bertelur yang apabila tidak dilakukan pembatasan atau pengendalian dalam penangkapan/ pengiriman maka dapat dipastikan habitas kepiting bakau di wilayah perairan Indonesi akan terjadi kepunahan,” jelasnya.

 

 

 

Liputan Rilis: (Benny/Alank). doc
Editor : Nofri 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: