RAZIA GABUNGAN SATPOL PP KUDUS DAN SATPOL PP PROV JATENG TEMUKAN ROKOK BERCUKAI HARGA Rp. 3 – 4 RIBU PER BUNGKUS

Onlinebuser.com, Kudus – Dalam razia cukai rokok yang dilakukan oleh aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus dengan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah di Pasar Wates, pada Selasa (14/05), aparat dibuat terkejut sekaligus curiga pada salah satu produk rokok bercukai yang dijual dengan kisaran harga Rp. 3-4 ribu per bungkus.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah mengatakan bahwa razia yang dilakukan oleh pihaknya tersebut menindaklanjuti dari razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kudus pada hari Sabtu (12/05) lalu. Dimana, pihak Satpol PP Kudus waktu itu tidak menemukan adanya rokok ilegal.

“Daerah Undaan termasuk daerah potensial terhadap peredaran rokok ilegal, namun dalam razia yang kami lakukan akhir-akhir ini, kami tidak menemukan adanya rokok ilegal yang dijual di sana. Dari sini munculah pertanyaan, apakah kesadaran masyarakat telah meningkat atau justru para pengedarnya kini lebih pintar dalam menyembunyikan rokok ilegal. Terlebih ini juga progam Satpol PP provinsi,” jelasnya, saat ditanya awak media terkait latar belakang adaya razia gabungan tersebut.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Provinsi Jateng Tubayamu mengatakan dalam razia yang dilakukannya hari itu, dirinya tidak menemukan adanya rokok ilegal. Namun pihaknya menemukan tiga merek rokok bercukai yang dijual dengan harga tidak wajar.

“Ada tiga rokok yang kami temukan hari ini, yakni rokok merek WM Classic, Bulan dan Delima. Di Pasar Wates rokok ini dijual dengan harga yang sangat murah yakni Rp. 3 ribu sampai 4 ribu per bungkus. Ketidakrasionalan harga jual rokok bercukai inilah yang kemudian membuat kami curiga, apakah nomor cukai yang digunakan ini benar atau tidak?,” bebernya.

Tubayanu menegaskan, penemuan ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak Bea Cukai Kudus. Dari pihak Bea Cukai inilah yang nantinya akan menentukan keabsahan dari cukai rokok tersebut. Jika cukai tersebut terbukti palsu, maka nantinya dari pihak Bea Cukai Kudus yang akan memberikan sanksi,”jelasnya.

“Upaya razia yang kita lakukan hanya wilayah edarnya saja, seperti pasar dan toko-toko. Untuk razia pada produsen rokok ilegal itu kewenangan dari Bea Cukai,” tutur Djati Solechah.

Dengan adanya razia cukai rokok yang dilakukan oleh Satpol PP ini, Djati berharap kesadaran masyarakat Kudus dalam mengkonsumsi rokok bisa lebih meningkat. Rokok legal sekarang harganya sudah terjangkau, jadi tidak perlu lagi mengkonsumsi rokok ilegal,” himbaunya.

“Peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap pendistribusian dan peredaran rokok ilegal juga senantiasa kami tunggu,” pungkasnya.

Liputan/Rillis : ( Jimmy )
Publish : ( Baraboy )

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: