MASYARAKAT DAN TOKOH AGAMA KUDUS TOLAK AKSI PEOPLE POWER

Onlinebuser.com, Kudus – Masyarakat dan sejumlah tokoh pemuka agama di Kabupaten Kudus secara tegas menolak ajakan aksi People Power. Ajakan yang banyak diserukan di sosial media, jelang diumumkannya hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) oleh KPU RI pada 22 Mei mendatang itu dinilai tidak menghargai demokrasi di negeri ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Nasarul Ummah, KH. Supriyono, S. Pdi, MM mengatakan bahwa aksi People Power dianggapnya sebagai tindakan yang kurang tepat. Pasalnya, Indonesia merupakan negara demokrasi yang mana sistem demokrasinya sudah diatur sepenuhnya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Menyerahkan sepenuhnya hasil Pemilu KPU merupakan bagian dari upaya kita dalam menghormati sistem demokrasi di Indonesia. Upaya-upaya yang menekan KPU merupakan upaya yang tidak dibenarkan, karena hanya dilandasi unsur politik semata,” ujarnya.

Secara tegas, KH Supriyono mengatakan bahwa dirinya mewakili masyarakat Kudus dan kalangan Pondok Pesantren tidak sepakat dengan gerakan tersebut. Menurutnya kalah atau menang merupakan bagian dari hasil pilihan terbaik rakyat yang harus dihormati oleh semua pihak,”tegasnya.

Menanggapi maraknya ajakan untuk bergabung dalam aksi People Power, KH. Supriyono, S. Pdi, MM mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan komunikasi terhadap stakeholder dan organisasi kemasyarakatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa menerima hasil rekapitulasi ini secara ‘legowo’. Dia juga berharap masyarakat Kudus tidak mudah terpengaruh dengan ajakan-ajakan semacam itu.

“Terlebih ini bulan ramadhan, di bulan yang suci ini mari kita menahan diri dan legowo dengan hasil tersebut. Bukankah demokrasi merupakan sesuatu yang wajar di negeri ini? Untuk itu, kita sebagai masyarakat harus menerima hasil tersebut secara baik juga,” pungkasnya.

Liputan/Rillis : ( Jimmy )
Publish : ( Baraboy )

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: