MAKIN KEDEPAN, BLORA MAKIN MATANG

Onlinebuser.com, Blora – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora Jawa Tengah yang ke 269, beberapa kegiatan telah dilakukannya. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Bupati Blora terdahulu yang dilaksanakan pada Kamis (6/12) pekan kemarin. Kegiatan ini sekaligus merupakan kegiatan awal dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora. Kegiatan ziarah ini di ikuti oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, jajaran Forkopimda, Sekda Blora, Kepala OPD dan sejumlah tokoh agama Blora.

Ziarah ke makam para Bupati Blora terdahulu di awali dari Komplek Makam Tirtonatan Desa Ngadipurwo Kecamatan Blora Kabupaten Blora. Di komplek makam Tirtonatan inilah, delapan Bupati Blora terdahulu di makamkan.

Dari komplek Tirtonatan, ziarah dilanjutkan ke Komplek Makam Sunan Pojok yang terletak di sebelah selatan alun-alun Kota Blora. Di komplek Makam Sunan Pojok ini, selain telah di makamkan seorang tokoh penyebar agama di Blora yakni Simbah Sunan Pojok, juga terdapat makam anaknya yang pernah menjadi Bupati Blora pada Masa Kerajaan Mataram yang kemudian di lanjutkan ke Makam Basuki Widodo di Kecamatan Cepu.

Menurut Bupati Blora Djoko Nugroho, ziarah ini sebagai kegiatan pembuka “Ziarah ini merupakan kegiatan pembuka dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Blora ke 269” katanya.

Selain di tiga tempat tersebut, rombongan lain juga telah melakukan ziarah di Makam Mr. Iskandar yang ada di Komplek Makam Keluarga Prawirodirjan utara gudang banyu dan Makam Janjang di Desa Janjang Kecamatan Jiken.

Tidak dilupakan, dua hari sebelumnya juga telah dilakukan ziarah ke Makam Bupati Blora terdahulu yang ada di luar kota, yakni di Tuban, Semarang, Solo, Temanggung dan Yogyakarta.

Setelah diawali dengan kegiatan ziarah, kegiatan yang juga masih menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Blora, yakni Kirab Pusaka yang dilaksanakan pada Jum’at (7/12) dini hari. Berangkat dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora kembali ke Pendopo (Temu Gelang) yang diawali dengan Penyematan Untaian Bunga oleh Sekda Blora Komang Gede Irawadi pada Keris Pusaka Kyai Bisma.

Yang unik dalam Kirab Pusaka ini yakni peserta kirab selama perjalanan melakukan Topo Bisu (tanpa bicara). Selama dalam perjalanan suasana nampak hening karena tak ada pembicaraan antar peserta.

Jenis Pusaka yang di Kirab dalam acara Kirab Pusaka yakni Keris Pusaka Kyai Bisma, Pusaka Kyai Segoro Madu, Pusaka Kyai Cengkrong, Pusaka Kyai Kolowijan, Pusaka Kyai Sengkelat, Pusaka Kyai Kantar, Pusaka Kyai Kebo Lajur, Pusaka Kyai Tombak Kecipir, Pusaka Kyai Tombak Biring Lanang, dan Pusaka Kyai Tombak Kudup Melati.

Sebagai puncak acara yang sangat di tunggu-tunggu Masyarakat Blora yakni Kirab Budaya yang dilaksanakan pada Selasa (11/12). Pada Selasa inilah Masyarakat Blora dapat dikatakan tumplek blek membanjiri jalan Pemuda.

Kirab diikuti oleh semua instansi dengan menampilkan berbagai cara kesenian dan hasil karya. Acara dibuka oleh Bupati Blora Djoko Nugroho. Dalam sambutannya Bupati Blora Djoko Nugroho berharap pada Masyarakat Blora harus lebih optimis menatap masa depan. “Kita harus lebih optimis, Blora sekarang beda dengan Blora yang dulu, perubahan demi perubahan sudah kita lakukan, kita harus lebih kreatif dalam menyongsong masa depan. Blora harus jadi Jiwa Nusantara”, katanya.

Kirab dimulai dari Alun-alun Blora sebagai Start, dan Blok T sebagai Finish. Acara ini disambut antusias oleh Masyarakat.

 

 

Liputan Rilis: (Edy Harti Blora
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: