Kekurangan Guru PNS, SMPN 20 Mukomuko Rekrut Guru Honorer

Onlinebuser.com, Mukomuko – Akibat kekurangan tenaga pengajar berstatus  PNS,pihak ,mau tidak mau  pihak sekolah terpaksa harus  merekrut tenaga pengajar  berstatus honorer,kata kepala sekolah SMPN 20 Mukomuko, Mangita Gutom, saat di temui skm buser/onlinebuser.com dikantornya baru baru ini.
,Menurut Mangita,jika hal itu tidak dilakukan,bisa bisa  sekolah yang dipimpinnya ini bakal  jadi sepi, karena anak anak  bakal tidak bersemangat  untuk masuk sekolah.

Kata Magita, jika  jumlah guru PNS yang  ada disekolahnya saat  ini  masih terdapat 6 orang, sementara guru honda  baru ada 2 orang,serta penjaga sekolah honda ada 1 orang. ” otomatis  jumalah tenaga pengajar tersebut akan belum sebanding dengan banyaknya  siswa  yang jumlahnya mencapai 112 orang. “Jadi agar aktifitas pendidikan disekolah ini berjalan normal,terpaksa pihak sekolah harus merekrut tenaga pengajar berstatus honor murni alias honorer”lanjutnya.

Namun yang menjadi persoalan saat ini kata Mangita adalah mengenai upah guru honorer,yang jumlahnya sangat minim, jauh belum sebanding dengan tugas yang mereka kerjakan.Namun karena mereka butuh dan berharap adanya pengangkatan honorer menjadi honda dan CPNS oleh pemerintah, membuat mereka tetap bertahan hingga saat saat ini.

“Adapun besarnya upah yang di terima sejumkah honorer tersebut adalah dari komyte  sebesar Rp. 13.000/sekali pertemuan  itupun yang paling banyak jumlahnya adalah 12 jam, kemudian ada yang 8 jam,bahkan jika dihitung hitung upahnya cuman Rp. 200.000 dalam sebulan,sementara kita harus membuat mereka masuk setiap hari. Berapalah  upah Rp.13.000/jam, mana untuk makan dan belum lagi beli minyak motor.Untungnya mereka putra daerah disini ,sehingga mereka bisa tinggal bersama orangtuanya”jelasnya.

Tak hanya soal honorer kata Mangita yang perlu jadi perhatian, namun juga soal RKB, ruangan kepala sekolah,perabot,dan pagar sekolah. “selain ada beberapa RKB yang tidak layak lagi dipakai lantaran lantainya sudah pada pecah,ruangan kepala sekolah dan perabot untuk tempat piala pun belum lengkap, adapun ruang kepala sekolah saat ini adalah disekat di dalam ruang perpustakaan, sementara sejumlah piala yang ada di ruang kepsek terpaksa di letakkan diatas bangku dan lantai lantaran belum ada perabot.pada hal mengenai RKB yang rusak,setiap bulan kami laporkan lewat laporan bulanan ke dinas pendidikan, tapi sampai saat ini masih belum ada perbaikan.Begitu juga masalah pagar, akibat tidak adanya pagar sekolah,membuat program penghijauan di sekolah ini tidak berjalan, pasalnya hewan ternak peliharaan seperti sapi maupun kambing bebas berkeliararan dipekarangan sekolah”. Pungkasnya.

 

 

Liputan Rilis: Aman/harapandi.
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: