Kasus Pemotongan Aliran Listrik Oleh Petugas P2TL Ternyata Memang Sesuai Prosedur

Onlinebuser.com, JEMBER – Kasus pemotongan kwh meter yang terjadi pada bulan lalu di Desa Rowosari Padukuhan Pering Padduh RT. 14 /RW. 06 Kecamatan Sumber Jambe, ternyata pihak PLN sesuai prosedur yang di tentukan, ternyata setelah di lakukan Investigasi oleh media SKM Buser, kWh meter itu jelas pindahan dari bawah yang sesuai ( SLO) standar layak operasi, yang mana di duga ada oknum CV yang sengaja memindahkan ke atas.

Karena menurut pihak PLN, P2TL melakukan pemotongan, karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang mana seharusnya pemasangan kwh meter melaui cagak atau tiang listrik, namun itu tidak ada, bagaimana kalau sampai kabel putus dan mengenai orang, sedangkan kabel itu cuma di cantolkan ke kayu/pepohonan milik perhutani,” ungkapnya.

Yang mana tarikan kabel sepanjang 1800 meter tanpa cagak, masyarakat merasa di rugikan karena sebagian masyarakat sudah bayar lunas,pada cv hairus selaku instalatir, sebesar Rp. 2.500.000,- yang mana seharusnya harga standar yang 450 yaitu Rp. 1.000.000,- dan yang 900, seharusnya Rp. 1.500.000,-.namun semuanya di mintai Rp. 2.500.000,-.

Dan oleh Hairus selaku cv malah di daftarkan di program sparkling atau di kreditkan dengan ansuran Rp. 73.000,-

Dan seharusnya peraturan PLN tarikan kabel dari cagak ke rumah atau dari rumah ke rumah maksimal 25 meter, akan tetapi pihak cv menyalahi aturan dengan panjang tarikan kabel 1800 meter dan tanpa cagak atau tiang ,cuma di cantolkan ke kayu milik perhutani.

Liputan/Rillis : (Tim Jember)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: