JUMLAH PESERTA JKN – KIS KABUPATEN KUDUS TELAH MEMENUHI UHC

Onlinebuser.com, – Pemerintah Kabupaten Kudus berhasil mewujudkan cakupan jaminan kesehatan menyeluruh ( Universal Health Coverage ) yang memiliki strandart sebesar 95 persen. Presentase diukur dari seberapa banyak penduduk yang mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat ( JKN – KIS )..

Cakupan keberhasilan  tersebut dikarenakan Pemkab baru – baru ini mendaftarkan 40.000 warga Kudus sebagai peserta jaminan kesehatan nasional melalui program Kartu Indonesia Sehat. Dengan begitu, pemenuhan target UHC Kabupaten Kudus telah melampaui target yakni di angka 96 persen.

“Kami akan terus meningkatkan kesejahteraan warga Kudus di bidang kesehatan,” jelas Bupati Kudus  HM Tamzil pada awak media beberpa waktu lalu.

Pendaftaran puluhan ribu warga Kudus di JKN – KIS tersebut juga sebagai pengganti program kesehatan yang sebelumnya mereka ikuti, yakni program kelas III gratis. Tamzil menganggap program tersebut sudah tak efisien lagi, mengingat program hanya bisa diklaim Kudus saja. “Kalau KIS bisa diklaim di rumah sakit manapun di Indonesia, lebih efektif,” lanjutnya.

Anggaran dari dana cukai rokok yang sebelumnya digunakan untuk program tersebut juga akan dialihkan untuk penambahan jaminan kesehatan masyarakat Kudus. Dengan harapan, penyebaran program kesehatan bisa merata bagi masyarakat.

“Kalaupun masih ada warga yang belum terdaftar, tentunya bisa langsung dilayani kemudian didaftarkan ke BPJS Kesehatan, kami yang bayar,” ujarnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kudus Maya Susanti menjelaskan, jumlah peserta jaminan kesehatan nasional di Kabupaten Kudus berada diangka 809.823 peserta. Jika jumlah penduduk Kudus berjumlah 843.847 jiwa, maka jumlah peserta JKN – KIS di Kabupaten Kudus telah memenuhi UHC, pencapaian tersebut telah diraih sejak awal April 2019,”jelasnya.

Dijelaskan Maya, dari ratusan ribu peserta JKN – KIS, peserta penerima bantuan iuran melalui pendanaan APBD Kudus berjumlah 192.468 peserta, sedangkan selebihnya merupakan peserta dari PBI yang dibiayai APBN, unsur pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, serta bukan pekerja seperti investor, pemberi kerja, serta pensiunan.

Salah seorang warga Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kudus Jasmin mengaku berterima kasih kepada Pemkab Kudus yang mendaftarkan dirinya bersama keluarganya menjadi peserta JKN – KIS. Mengingat dirinya  akan kesulitan jika harus mendaftar sendiri, terutama terkait pembayaran iurannya karena penghasilan kami tidak menentu.

(Jimmy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: