Dituding Sunat Bantuan RLTH,Pemdes Babakan Akan Mengadu Ke Plt Bupati

Onlinebuser.com, Purbalingga – Dana bantuan sebesar Rp 12 juta dari Kelompok Dharma Wanita Kabupaten Purbalingga yang ditujukan untuk pelaksanaan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Suwarni warga Desa Babakan menjadi polemik. Itu dikarenakan Pemdes Babakan dituding menyalahgunakan dana bantuan tersebut.

“Saya sangat kaget ada tuduhan menyalahgunakan dana RTLH dan katanya sudah viral di facebook. Selang satu hari, perwakilan dari Dharmawanita Bu Beno mendatangi saya. Ditambah ketika disampaikan bahwa pihak Pemdes menjual 10 sak semen,” kata Kades Babakan Muhammad Setiadi kemarin, Kamis (13/12/2018)

Umumnya dana bantuan RTLH dibelanjakan untuk material pembangunan. Uang total Rp 12 juta itu, sudah dibelanjakan semua. Pengerjaan sudah dilakukan dari hari Selasa (11/12/2018). Sedangkan pemilik akun @Tutik Javier memposting pada hari Rabu (13/11/2018) malam. Pada postingannya disebutkan kalimat ajakan untuk membantu Suwarni, baik berupa materi maupun tenaga.

Memang disebutkan material lengkap bantuan dari Dharma Wanita. Hanya saja, pemilik akun tersebut juga menyebut uang sudah tidak ada sehingga tidak bisa membayar pekerja. Padahal, sejak peletakan batu pertama, sampai saat ini pengerjaan masih berjalan. Hari pertama pengerjaan dilakukan gotong royong warga, dan berikutnya ada dua pekerja yang dibayar dan satu sukarela.

“Disampaikan bahwa sudah tidak bisa membayar pekerja, karena uang sudah tidak ada. Padahal pengerjaan tidak pernah berhenti, dua pekerja dibayar, dari bantuan uang desa, dan satu itu merupakan sukarela karena itu anaknya,” kata Setiadi.

Ia menambahkan, awalnya saya tahu dari teman bahwa di facebook ada yang menyatakan pekerjaan hanya sampai hari sabtu dan kekurangan uang. Selanjutnya, hari berikutnya Bu Beno (Wakil ketua Dharma wanita) datang ke kantor mempertanyakan hal itu, karena memang sudah viral di medsos, bahwa disampaikan juga katanya jual 10 sak semen untuk biaya pekerja.

Sejak pertama pengerjaan pembangunan tersebut mendapatkan pengawasan dari Babhinkamtibmas dan Bhabinsa setempat. Pihaknya juga menunjukan bahwa material, termasuk semen masih utuh semua pada lokasi pembangunan.

“Hari pertama malah Babhinkamtibmas dan Bhabinsa ikut kerja bakti bersama warga saat peletakan batu pertama, dan sampai saat ini kami juga ikut melakukan pengawasan,” kata Anggota Babhinsa Ade Ngadmino, dilokasi, kemarin.

Pihak Pemdes sampai saat ini memang belum mengklarifikasi kepada pemilik akun @Tutiek Javier. Pemdes Babakan merasa dirugikan atas beredarnya informasi tersebut . Rencananya Pemdes akan menghadap ke Plt Bupati untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya demi menjaga nama baiknya.

“Kami belum ketemu orangnnya yang membuat sttus di facebook, katanya bekerja di Dindin Purbalingga. Kami Rencana malah mau menemui Plt Bupati, biar kami jelaskan yang sebenarnya. Kami tidak ingin tercemar nama baiknya karena penyebaran informasi tersebut. Sukur bisa ketemu saat menghadap bu Tiwi,” katanya.

 

 

Liputan Rillis : Kurniawan.
Editor : Nofri.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: