Banyaknya akses jalan di desa bojongkereta : MENJADI TANTANGAN BAGI KADES DALAM BIDANG PEMBANGUNAN

Onlinebuser.com,  Sukabumi- Pembangunan disegala bidang harapan semua orang, dari yang kecil hingga besar, dan dari petama hulu hingga hilir, namun tidak lah mudah seperti membalikan telapak tangan, seperti apa yang telah dikerjakan para pemimpin (Red desa hingga pusat), “semua dituntut pertanggung jawabanya “atas apa yang sudah dikerjakan hingga yang belum dilakukan”, itu dikutif dari kata yang diucapankan Ukon mutahar kades bojongkerta kecamatan warungkiara kabupaten sukabumi, dalam bincangnya dengan online buser, Ukon menyebutkan, sejumlah pembangunan infrastruktur yang sudah di bangun dengan DD (dana desa) tahun anggaran 2018, ini merupakan bidang mpembangunan desa, melalui rancangan RKPDesa (rencana kerja pemerintah desa) yang diusulkan kepada pemerintah daerah, yang kemudian menjadi dasar penetapan APB Desa(anggaran pendapatan dan belanja desa), dan disesuaikan dengan permendagri (peraturan menteri dalam negeri) nomor 114 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa, melalui tahapan penyusunan rencana kerja pemerintah desa, namun dengan banyaknya rute jalan yang harus dibangun pada setiap lingkungan, hingga menjadi tantangan bagi saya untuk menuntaskan pembangunan itu, bagai mana tidak dengan anggaran yang terbatas, banyak kegiatan pembangunan yang memang tidak dianggarkan harus di bangun, diantaranya pengerukan lumpur hingga pengalihan irigasi yang statusnya milik PSDA-PU binamarga, sementara pelaksanaan pembangunan secara bertahap yang disesuaikan dengan anggaran dana desa, di tahun 2018 saja untuk bidang pembngunan, ada 5 titik jalan pemukiman dan 2 titik pengaspalan jalan desa, satu unit renovasi gedung PAUD dan pembangunan posyandu yang ada di sindang resmi, lebih jauh dipaparkan ukon, termasuk pemasangan TPT jalan kampung ciseureuh rw 06 dusun dua bojongkerta, hingga perbaikan jalannya yang terkena longsor, untuk pembangunanna dimulai dengan pemasangan beronjong, karena pasca terjadnya langsor diduga titik itu tanahnya masih labil, hingga harus memakai paku beton sebagai penahan pasangan beronjong, pungkasnya.

 

 

 

Liputan Rilis: (Resty Ap)
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: