Apel gabungan TNI/Polri dalam kesiapan Oprasi Toba 2019

Onlinebuser.com, – Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang memimpin apel konsolidasi Operasi Ketupat Toba – 2019 & apel kesiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, Kamis (13/6/2019).

Mengawali sambutannya, Kapolres bersama keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1440 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Perayaan hari raya Idul Fitri mempunyai karakteristik yang khas. Bukan momentum perayaan keagamaan, tetapi sudah berkembang menjadi bagian tradisi atau budaya, sehingga datangnya hari lebaran selalu disertai dengan peningkatan aktivitas masyarakat kampung halaman untuk melakukan kegiatan silaturahim ke sanak saudara.

Aktivitas masyarakat yang meningkat ini berimplikasi terhadap arus pergerakan orang dan mobilitas transportasi serta transaksi perekonomian di selurun Indonesia terkhusus wilayah Labuhanbatu Raya.

“Peningkatan aktivitas pergerakan perpindahan orang dan barang, dalam menyambut perayaan idul fitri akan menjadi gangguan kamtibmas apabila tidak kita kelola dengan baik,” jelasnya.

“Beberapa aktivitas masyarakat yang perlu kita perhatikan adalah pelaksanaan ibadah puasa, takbiran, sholat ied, kegiatan transaksi belanja, mudik, rekreasi atau wisata serta kegiatan distribusi bahak pokok masyarakat dan BBM. Sedangkan permasalahan kamseltibcar lantas yang harus kita atasi karena adanya peningkatan volume arus lalu lintas kendaraan dan barang yaitu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” timpalnya.

Seiring dengan hal tersebut, saat ini juga sedang berlangsung tahapan pemilu 2019, sehingga tidak menutup kemungkinan stabilitas keamanan, kenyamanan dan kertiban masyarakat di Labuhanbatu dapat tergaganggu dengan adanya ancaman serangan teror yang ingin menggagalkan suksesnya pelaksanaan tahapan pemilu 2019 oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Dengan adanya kesiapan penggelaran pasukan yang telah kita laksanakan sebelum pelaksanaan Ops Ketupat Toba 2019 pada 28 Mei 2019 lalu, dengan melakukan pengecekan kesiapan personel, sarana prasana dan pengecekan kesiapan pospam, posyan dan pospantau, sehingga pada pelaksanaan Ops Ketupat toba 2019 ini yang kita gelar selama 13 hari mulai 29 Mei 2019 sampai dengan 10 Juni 2019, berjalan dengan lancar, aman dan tertib, demikian juga dengan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum polres labuhanbatu mampu diantisipasi secara optimal dan berjalan dengan kondusif sesuai dengan harapan kita bersama,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Frido, berdasarkan analisis dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2013 dengan Operasi Ketupat Tahun 2013 di wilayah hukum Polres Labuhanbatu telah menujukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik. Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, dapat ditekannya gangguan kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun aksi intoleransi dan kekerasan, terpeliharanya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

“Serta terwujudnya kelancaran arus mudik dan arus balik dan pencapaian aspek keselamatan berlalu lintas, berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia Adapun perbandingan data antara Operasi Ketupat Toba 2018 dengan Operasi Ketupat Toba,” bebernya.

Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2018, jumlah pelanggaran lalulintas sebanyak 489 kasus, Di mana, jumlah kejadian laka lantas sebanyak 10 kasus dengan rincian 7 korban meninggal dunia, 11 korban luka berat, 16 korban luka ringan atau kerugian materil sekitar Rp 76.500.000. Sedangkan jumlah Kriminalitas yang terjadi sebanyak 37 kasus.

“Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2019 yaitu jumlah pelanggaran lalulintas sebanyak 657 kasus. Terjadi kenaikan sebanyak 168 kasus atau 134 %. Jumlah kejadian laka lantas sebanyak 7 kasus atau mengalami penurunan sebanyak 3 kasus atau 43 % dengan rincian 2 korban meninggal dunia atau turun 5 kasus (29 %), 5 korban luka berat atau turun 6 kasus (55 %), 20 korban luka ringan atau naik 4 kasus (125 %), dengan kerugian materil sekitar Rp 15.100.000. Sedangkan jumlah kriminalitas yang terjadi sebanyak 3 kasus,” jelasnya.

Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2019 ini tidak terlepas dari koordinasi dan kerjasama yang sinergis antara TNI, Polri, Dishub, Pol PP, Senkom, Dinas Kesehatan, KBPPP serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tahun 2019 yang telah bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber dayanya dalam melaksanakan pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019.

“Oleh karenanya saya selaku Ka Ops Res Labuhanbatu didalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2019, mengucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh personel dan seluruh pemangku pelaksana operasi ketupat toba 2019 atas dukungan dan partisifasinya, baik berupa materil maupun formil, serta dukungan yang lainnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, apel yang dilaksanakan ini adalah dalam rangka apel konsolidasi Operasi Ketupat Toba 2019 dan Apel Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), yang artinya setelah berakhirnya Operasi Ketupat Toba 2019 ini, TNI – Polri sebagai salah satu pilar utama penyangga demokrasi masih mengahadapi situasi yang cukup rawan yaitu pelaksanaan operasi mantap brata dalam rangka pemilihan umum presiden / wakil presiden 2019 dan pemilhan umum legislatif 2019. Di mana saat ini tahapan pemilu 2019 tersebut sudah memasuki tahap sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum.

“Oleh karenanya dalam menghadapi dan melaksanakan pengamanan kegiatan tahapan pemilu 2019 dimaksud ini sangat perlunya dukungan dari segenap komponen masyarakat dan mitra keamanan lainnya untuk menjaga kondusivitas keamanan dalam negeri, khususnya di wilayah hukum Labuhanbatu Raya ini agar seluruh tahapan Pemilu 2019 dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

“Sebagaimana yang diketahui bersama, saat ini kita akan melaksanakan pengamanan pengumuman sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum, maka dalam rangka penanggulangan kemungkinan adanya aksi unjukrasa atau terjadinya tindak pidana lain serta dukungan politik dari kelompok kelompok massa serta ancaman aksi teror ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan, Polres labuhanbatu telah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup. Namun demikian kami juga masih berharap dukungan dari intasi terkait lainnya seperti TNI dan segala unsur komponen lainnya untuk mnensukseskan pengamanan tahapan sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU),” sebutnya.

“Kami juga berharap dengan semangat kerja dalam bingkai kebersamaan dan keterpaduan, didukung profesionalitas yang tinggi dalam pelaksanaan tugas, segala potensi kerawanan yang ada, mampu kita kelola dar dengan baik,” tukasnya.

Makanya, Frido menekankan kepada seluruh personel agar dalam melaksanakan tugas pengamanan tahapan sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), personel dapat memahami bahwa tugas pengamanan baik Ops Ketupat Toba 2019 yang telah selesat dilaksanakan maupun pengamanan sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang akan dihadapi adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan batasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Jalin sinergitas antara unsur pemetintah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas. Segera kenali, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan menggangu jalannya pengamanan tahapan sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU),” tandasnya.

(Syafrizal Siregar)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: