ANTRIAN BBM SOLAR DI BENGKULU UTARA MASIH TERUS TERJADI

Onlinebuser.com, BENGKULU- Bulan-bulan terakhir ini kondisi SPBU di Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya di Putri Hijau dipadati kendaraan yang antrian panjang mengisi Bahan Bakar minyak (BBM) jenis bio solar. Bahkan tak jarang antrian kendaraan mengakibatkan kemacetan lalulintas. “Kami terpaksa antre karena solar belum masuk. Kalau tidak antre bisa-bisa tidak kebagian,” ujar sopir angkutan yang terlibat antrian di SPBU.

Senada disampaikan salah satu sopir truk angkutan umum Bengkulu-Padang yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis bio solar di SPBU. Sementara untuk mengisi BBM di eceran, ia khawatir kondisinya tidak murni lagi alias ada kemungkinan sudah di oplos. “Kalau diisi pakai dexlite, jelas tidak balik modal. Bisa-bisa tidak makan keluarga saya,” tuturnya pada wartawan Buser.

Sementara pengelola SPBU belum bisa dikonfirmasi. Namun menurut salah satu karyawan SPBU ia mengatakan “untuk solar tidak setiap hari, kadang-kadang 1-2 hari baru masuk, itu juga hanya masuk 8 ton,” ungkap karyawan SPBU tersebut yang enggan menyebut namanya pada wartawan koran ini.

Pantauan kami kondisi BBM yang kosong di SPBU itu berbanding terbalik dengan kondisi eceran di sepanjang dalam wilayah Bengkulu Utara sampai Ipuh.

Kalau untuk stok BBM jenis pertalite selalu tersedia, kalau BBM solar pihak SPBU lebih mengutamakan pengisian BBM solar kepada pengecer dibanding konsumen umum kata supir truk kepada wartawan koran ini. Dan itu kami lihat kebanyakan di daerah Ipuh yang menjual solar pakai jerigen dengan harga 270-280 per jerigennya. “Kami berharap pihak pertamina agar dapat menyuplaykan BBM solar setiap hari, meskipun hanya 8 ton perharinya, agar kami supir truk ekspidisi ini tidak terhambat sampai ketujuan, dan setidaknya sisa uang jalan bisa kami bawa pulang kerumah dapat di manfaatkan keluarga kami, demikian tandas supir truk tersebut.

 

 

 

Liputan Rilis: (THOMAS-BKL).
Editor : Nofri 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: