Adi Yuwono : Bupati Kurang Bijak Terhadap SK GTT Dan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin

Onlinebuser.com, Purbalingga – Sidang paripurna yang dilakukan di gedung DPRD Kabupaten Purbalingga, membahas penyampaian pandangan umum fraksi terkait LKPD, Jumat (14/6/2019).

Fraksi Gerinda menyampaikan sejumlah pandangannya tentang kebijakan Pemkab. Diantaranya soal pemberian SK pada guru tidak tetap (GTT) dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Mengenai kebijakan Pemkab terhadap pemberian SK pada Guru Tidak Tetap (GTT) pemerintah dinilai masih kurang bijak. Sehingga, fraksi Gerindra meminta Bupati untuk meninjau ulang.

Soal pemberian SK kepada Guru Tidak Tetap (GTT). Beberapa waktu lalu, ada aduan dari GTT, yang menyampaikan dirinya tidak mendapatkan perpanjangan SK.

Alasannya pun tidak sesuai aturan yang ada. Bahwa, beberapa yang tidak mendapatkan SK GTT karena urusan politik. Sehingga dalam hal ini, dirasa pemberian SK kurang adil dan tebang pilih.

“Kenapa kami sampaikan ini, karena ada keluhan dari GTT, ada beberapa yang tidak mendapatkan SK padahal sudah mengabdi bertahun-tahun. Saya sampaikan pada Bupati, ada alasan karena yang bersangkutan (GTT, red) datang di kampanye capres 02, itu satu diantaranya,” kata Pimpinan DPRD Purbalingga Adi Yuwono yang juga Ketua DPC Partai Gerindra kepada wartawan.

Pemberian SK harusnya diberikan bersama-sama tanpa tebang pilih. Bagi mereka yang sudah mengabdi bertajun-tahun, SK menjadi hak yang harus diterima. Terkait hal itu, untuk pembiayaan juga sudah masuk di dalam APBD.

“Penggunaan Anggaran APBD dana hibah secara profesional dan pro posisional, sehingga tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Pendidikan (FHPTK), Abas Rosyadi menyampaikan, dari beberapa yang tidak mendapat SK, dia satu diantaranya.

Namun, dia sendiri tidak mengerti apa yang menjadi penyebabnya. Jika memang ada penilaian, tentu yang menjadi acuan mendasar adalah soal kinerja.

“Yang saya tau ada 4 orang, guru SMP 2, guru SD 2. Alasannya apa saya ga tahu, karena Bu Tiwi tidak mengkonfirmasi ke saya, apa karena politik atau yang lainnya saya juga belum tahu,” kata Abas.

Namun apapun alasannya, dia mengaku kecewa. Meskipun dia hanya bisa pasrah atas keputusan. Hanya saja, dia mengaku selalu profesional dalam bekerja.

Dia selalu berkerja sesuai prosedur. Sebagai guru olahraga, dia juga kerap membawa tim sepak bola kabupaten di tingkat karsidenan.

“Dan kalau kinerja, saya tidak ada masalah. Saya aktif mengajar, dan saya selalu membawa tim sepakbola kabupaten ke tingkat karsidenan,” kata Abas.

Selanjutnya mengenai kebijakan pemkab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu, pemerintah juga dinilai kurang bijak

Fraksi Gerindra juga meminta agar Bupati meninjau ulang tentang, Peraturan Bupati (Perbup) tentang Bantuan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin.

“Pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dikenakan biaya 50 persen dari total pembiayaan. Fraksi Gerindra meminta pemerintah membenaskan 100 persen untuk hal itu. Bagi masyarakat tidak mampu masih berat,” katanya

Lebih lanjut Adi Yuwono menjelaskan, pandangan tersebut disampaikan atas dasar merujuk pada amanat UUD 1945 pasal 34 ayat (1). Dimana masyarakat miskin dan orang terlantar menjadi tanggungjawab negara. Sehingga, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah menanggung

“Kesehatan masyarakat miskin, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Lebih selektif bagi penerima SKTM, dan jaminan kesehatan lain. Sehingga bisa tepat sasaran dalam penggunaan anggaran. Karena di APBD sudah dianggarkan untuk hal itu, bahkan dua tahun terakhir mencapai 3 miliyar,” ungkapnya.

Selain dua hal tersebut, soal lain yang mendapat sorotan dari fraksi Gerindra yaitu tentang pemberian DAK dan hibah kepada desa-desa, yang disinyalir ada unsur politis.

Sehingga menjadikan pemberian bantuan yang tidak adil dan tidak merata. Tentu ini bukan kebijakan yang mendidik selaku penyelenggara pemerintah untuk berdemokrasi yang baik.

Liputan/Rillis : (Kurniawan)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: