LAPANGAN SEPAK BOLA GANJURAN DI BANJIRI PESERTA JEMPARINGAN SE-JAWA DAN BALI

Onlinebuser.com, Sleman – Dalam rangka hari jadi Desa Condongcatur yang ke-72, Bapak Reno Chandra Sangaji Sip. Di dampingi Ketua umum Panitia Jemparingan, Al Tauvik Sofisalam, Wakil Ketua, Mulyani Stp. Ketua Paguyuban Jemparingan, Sugito dan Ketua Panitia hari jadi Desa Condongcatur yang ke-72, Rusmanto, membuka gladen Jemparingan di Lapangan Sepak bola Ganjuran, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Minggu (23/12/18).

Bapak Reno Chandra Sangaji Sip. Menyampaikan amanat singkatnya, bahwa semua masyarakat Desa Condongcatur di harapkan bisa menyempatkan kegiatan olahraga baik secara perorangan maupun kelompok, guna mencegah dan menjaga adanya penyakit atau bakal penyakit pada diri pribadi masing- masing, terutama olahraga Tradisional Jemparingan yang saat ini baru berkembang di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan jemparingan di awali pelepasan anak panah oleh Kepala Desa Condongcatur beserta Muspika setempat.

Olah raga Jemparingan adalah seni budaya olah raga tradisional panahan gaya Mataraman yang dahulu sering digelar di lingkungan Keraton Ngayogjokarto Hadiningrat.

Seiring dan berjalannya waktu Jemparingan dikenal lebih luas dan diminati masyarakat dari kalangan tua, muda dan anak-anak di Yogyakarta dan sering di perlombakan sebagai olah raga tradisional dengan sebutan “Gladhen”.

Gladhen (berlatih) dengan jenis olah raga Jemparingan, diutamakan untuk melatih diri, mengendalikan emosi (manah=ati), maka dalam Gladhen peraih nilai tertinggi tidak disebut sebagai juara tetapi disebut “titis”.(tepat pada sasaran).

Penjemparing yang baik adalah yang tidak sekedar jitu dalam memanah target, tetapi bisa menata hati dan pikirannya sendiri, karena itu musuh yang utama dalam Jemparingan adalah dirinya sendiri.

Nama kegiatan: Gladhen Ageng Jemparingan dakamm rangka hari jadi Desa Condongcatur yang ke- 72 tahun, bertujuan untuk memupuk kebersamaan, kepedulian dan persaudaraan diantara warga Condongcatur telah melestarikan seni olahraga tradisional agar tidak punah, serta ajang silaturahmi Atlit Jemparingan Nusantara.

Peserta olah raga Jemparingan kali ini terdiri dari kategori anak-anak tingkat SD dan kategori dewasa putra putri, adapun Atlit Jemparingan berasal dari wilayah Jawa, Bali, dan Madura, total peserta lebih dari 450 peserta.

Ketua Panitia Paguyuban Jemparingan, Sugito menambahkan, tujuan Gladen Even ini juga untuk mencari bibit unggul, calon Atlit yang benar benar berbakat olah raga memanah yang profesional.

Ketua Panitia hari jadi Desa Condongcatur menegaskan, kami berharap para peserta Gladhen, tidak ada memeriahkan hari jadi Desa Condongcatur saja, namun semua peserta di harapkan mempunyai niat menjadi pemanah yang titis. Semoga selama melaksanakan Gladhen berlangsung lancar dan aman.” Pungkas Rusmanto

Liputan/Rilis: (Pani/Narto/Culeng)
Publish : Baraboy

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!