JEMBATAN REL DESA PLOSO RUSAK WARGA LAKUKAN SWADAYA PERBAIKAN

Onlinebuser.com, Kudus- Pemandangan berbeda terlihat dari jembatan rel di Desa Ploso, pagar besi berwarna hijau kini menghiasi bahu jembatan tua peninggalan belanda tersebut. Dengan adanya pagar selebar 20 meter tersebut, warga yang melintas menjadi lebih aman dan nyaman.

Kepala Desa Ploso, Bambang, menuturkan pemasangan ini adalah inisiatif warga sekitar, yang sebelumnya melihat kayu-kayu pengaman jembatan banyak yang patah dan lapuk. Kondisi tersebut menimbulkan rasa was-was bagi pengendara yang melintas diatas jembatan selebat satu meter tersebut. Untuk itulah warga secara sukarela menghimpun dana guna pembangunan pagar jembatan rel.

Ditambahkan Bambang bahwa  pembangunan pagar jembatan tersebut dilakukan oleh swadaya masyarakat sekitar. Dana sebesar Rp. 12,5 juta hasil sumbangan warga yang terkumpul, kemudian digunakan untuk membeli pagar besi dengan panjang 2X 20 meter dengan ketinggian sekitar 1 meter. Pagar tersebut dipasang secara gotong-royong oleh masyarakat belum lama ini, Selasa ( 12/12 ).

Lebih lanjut dijelaskan Bambang, selama ini Pemerintahan Desa Ploso tidak bisa memberikan bantuan dana untuk perbaikan jembatan itu, lantaran status kepemilikan jembatan rel adalah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Oleh karenanya, pihaknya hanya bisa mendorong warga untuk swadaya melakukan perbaikan pengaman jembatan yang menjadi saksi kejayaan kereta api sebagai alat transportasi masa silam itu.

“Setelah kereta api tidak aktif lagi di Kudus, sektar tahun 1980-an, PT KAI pernah bermaksud untuk menghancurkan jembatan tersebut. Akan tetapi, masyarakat meminta kepada Pemerintah Desa agar jembatan tersebut tetap dipertahankan. Mengingat mobilitas di jembatan tersebut pada pagi hingga sore hari cukup tinggi, akhirnya PT KAI mempersilahkan masyarakat untuk menggunakan jembatan tersebut hingga kini,”jelasnya.

Diungkapkan Bambang , selama ini perbaikan-perbaikan jembatan memang dilakukan secara swadaya. Seperti pengecoran jalan jembatan, pemasangan kayu pada bahu jembatan, penambalan ruas jalan hingga pemasangan besi pengaman.

Kendati nampak masih kokoh berdiri, 20 persen bagian bawah jembatan itu sudah keropos dan besi penyangga jembatan sudah berkarat, dihimbau agar warga bisa melintasi jembatan secara bergiliran,”pungkasnya.

 

 

 

Liputan Rilis: (Jimmy – Kudus)

Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!