JELANG AKHIR TAHUN 2018 KEJARI MERANTI FOKUS TUNTASKAN SEJUMLAH KASUS KORUPSI DI MERANTI

Onlinebuser.com, Meranti – Jelang akhir tahun 2018 Kejaksaan Negeri Meranti saat ini tengah fokus untuk menuntaskan sejumlah kasus korupsi di kabupaten Kepulauan Meranti. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Meranti melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Robby Prasetya (senin,10/11/18), saat disambangi awak media ini bersama ketua LSM-TPK diruang kerjanya.
Dijelaskan Robby, penanganan sejumlah perkara korupsi oleh Kejaksaan Negeri Meranti seperti kasus korupsi di Dinas Perhubungan, kasus korupsi di BRI cabang Selatpanjang, kasus korupsi pengadaan alkes di RSUD, dan kasus korupsi proyek rumah khusus nelayan di desa Mengkirau yang dilaporkan oleh Tim Koalisi LSM – TPK bersama rekan media, serta sejumlah kasus korupsi lainnya, saat ini sedang berjalan dan bahkan sudah ada yang masuk ke tahap penyidikan dan ditargetkan akan segera dilimpahkan ke persidangan dalam waktu dekat.
“Kejaksaan Negeri Meranti saat ini tengah berupaya untuk se-segera mungkin menuntaskan sejumlah perkara korupsi yang sudah masuk, dan kebetulan tanggal 9 Desember ini merupakan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia), jadi dengan semangat Harkodia ini kita isi dengan bekerja ekstra keras sebagai bentuk komitmen kami dalam rangka memberantas korupsi di kabupaten Kepulauan Meranti ini”. Ujar Robby.
Lebih lanjut disampaikan Robby, untuk kasus dugaan penyimpangan proyek rumah khusus nelayan yang dilaporkan oleh Tim Koalisi LSM-TPK dan rekan media beberapa waktu lalu, saat ini Kejaksaan Negeri Meranti sudah selesai melakukan tela’ah dan menemukan adanya bukti permulaan yang cukup dan selanjutnya akan melakukan pemanggilan pemanggilan kepada pihak pihak yang diduga mengetahui untuk diminta keterangannya.
“Untuk kasus proyek rumah khusus nelayan, Kita sudah melakukan tela’ah dan akan segera melakukan pemeriksaan dan salah seorang yang sudah dijadwalkan akan kita panggil untuk diminta keterangannya adalah kepala desa Mengkirau pada tahun 2017”. Kata Robby
Menanggapi hal tersebut Muhamad Rafi, Ketua Koalisi LSM-TPK dan rekan media se- kabupaten Meranti memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kejaksaan Negeri Meranti karena menurut penilaian LSM-TPK, selama ini  praktek – praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Meranti masih sangat marak dan terjadi terus – menerus sejak daerah ini dimekarkan menjadi kabupaten hingga saat ini
“kami sebagai masyarakat sangat mendukung apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Meranti untuk membasmi para koruptor yang selama ini telah banyak mengambil yang bukan haknya dan merugikan masyarakat”. kata Rafi.
Liputan Rilis: (gus)
Editor : Nofri 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!