ESDM Tegaskan Tidak Ada Izin Penambangan Pasir Dengan Mesin Sedot

Onlinebuser.com, Purbalingga – Dinas ESDM Provinsi Cabang Jawa Tengah tidak akan memberikan izin pertambangan pasir dengan alat sedot. Hal itu diungkapkan oleh Kasi Geologi Dan Minerba Dinas ESDM Cabang Serayu Tengah Pambudi, Jumat (15/3/2019)

Dalam Pasal 158 Undang-undan Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara (Minerba), dimana kegiatan penambangan yang tidak mempunyai izin akan kena sanksi.

Sebab, akan berpengaruh pada sedimentasi dasar sungai, habitat, dan laju arus. Jika debit naik, laju arus bertambah deras menggerus tebing sungai yang biasanya disekitar sungai terdapat area persawahan warga.

“Dampaknya luar biasa, bukan hanya ekosistem dan kerusakan lingkungan. Mesin sedot juga merugikan masyarakat karena menyebabkan erosi,” katanya

Razia yang digelar ESDM Jateng bersama kepolisian pada Januari lalu seharusnya berakhir setelah dilakukan pembinaan. Tetapi, seperti dikatahui pada Rabu (13/3/2019) wartawan onlinbuser.com menemukan kegiatan penambangan menggunakan mesin sedot masih berjalan.

“Masalah ini sudah kami serahkan proses hukum ke kepolisian,” ujar Pambudi menambahkan.

Dari penuturan salah satu pelaku penambangan di Sungai Kacangan, Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, Sutikno mereka dijanjikan oleh seseorang mengenai pengurusan perizinan. Dari 7 penambang mereka membayar Rp 7 juta per orang untuk mendapatkan izin usaha pertambangan rakyat.

Dia menyatakan kegiatan menambang dengan mesin sedot sudah mulai 1 bulan yang lalu setelah pasca penertiban oleh ESDM dan kepolisian. Sebab, orang yang menjanjikan pengurusan izin itu mengatakan dibolehkan beroperasional dengan catatan para penambang membuat izin.

“Kami sudah membayar, katanya kalau sudah mengajukan perizinan, kami sudah boleh menambang,” Ujar Sutikno.

Liputan Rillis ; Kurniawan.
Editor ; Nofri.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: