DITUNTUT 10 BULAN KURUNGAN DAN DENDA 5 JUTA RUPIAH MULYADI MENCARI KEADILAN

Onlinebuser.com, Kudus – Kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa Mulyadi dan Sulasih, terus bergulir di Pengadilan Negeri Kudus. Dalam sidang pembacaan tuntutan yang digelar di Kantor Pengadilan Negeri Kudus, Senin (10/12), Jaksa Penuntut Umum Munfaizi menuntut Mulyadi dengan 10 bulan kurungan penjara dan denda sebesar Rp. 5 juta atau subsider 6 bulan kurungan.

Menanggapi hal tersebut, Slamet Riyadi  pengacara Mulyadi meminta kepada Jaksa untuk memberikan penangguhan pidana dengan mengganti status Mulyadi sebagai tahanan rumah. Akan tetapi hal tersebut akan dibahas kembali dalam pledoi di sidang putusan yang rencananya akan digelar pada Rabu (12/12) besok.

Slamet mengaku agak kecewa dengan hasil sidang yang ada, Melihat kasus kecelakaan antara Mulyadi dan Sulasih yang telah selesai secara kekeluargaan yang dibuktikan dengan surat pernyataan damai yang ditandatangani kedua belah pihak pada 29 September 2018 serta biaya pengobatan sebesar Rp. 1,5 juta yang diberikan Mulyadi kepada Sulasih, ditunjang dengan kondisi korban (Sulasih) yang kini sudah sehat dan bisa kembali bekerja.

Terlebih Mulyadi adalah kepala dan tulang punggung keluarga, yang bekerja sebagai buruh di pabrik tahu dengan bayaran 40 ribu setiap harinya. Dengan ditahannya Mulyadi, kini keluarganya terlantar, istri dan anaknya hanya mengandalkan belas kasihan tetangga untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari.”Sudah selayaknya Mulyadi mendapatkan kebebasannya hari ini,” tegasnya saat ditemui awak media usai sidang.

Dengan tuntutan 10 bulan penjara dan denda Rp. 5 juta, Slamet bersama dengan simpatisan, mengaku akan melakukan pembelaan habis-habisan kepada Mulyadi. Karena mereka mempercayai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Mulyadi merupakan musibah dan dia telah menjalankan kewajibannya,”jelasnya.

“Dia adalah cerminan masyarakat lemah dan buta hukum, yang selama ini dia tahu  hanya berbuat baik, dengan keluguan dan kebaikannya justru menjadikan dirinya masuk penjara,” katanya.

Ditambahkan Slamet, bahwa dari beberapa ribu kasus hukum yang sampai mengakibatkan korban meninggal dunia tidak diproses? Sedangkan kecelakaan Mulyadi dengan  Sulasih tidak sampai merenggut nyawa, bahkan sudah dinyatakan selesai oleh para pihak dihadapan penyidik. Namun oleh penyidik dilanjutkan sampai kejaksaan tanpa hati nurani menahan Mulyadi masuk ke dalam penjara. Rekayasa kasus apa ini, sehingga harus mengorbankan rakyat kecil seperti ini? Hakikat Hukum adalah Untuk menciptakan ketertiban,kesejahteraan dan keadilan, bukan untuk menyengsarakan rakyat kecil,”pungkasnya.

 

 

Liputan Rilis: (Jimmy – Kudus)

Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!