TERKUAK SUDAH SIAPA SESUNGGUHNYA SOSOK KH ABAH ANOM

Onlinebuser.com, JAKARTA – Ari Sigit, yang memiliki nama lengkap Ari Haryo Wibowo Harjojudanto, menyambut hangat dan terlihat sangat “welcome”. Bukan saja terhadap kehadiran KH Abah Anom yang disebet juga Kanjeng Raden Haryo Anom Panuntun, bersama timnya, bahkan seluruh kru dan pemain yang menjadi keluarga besar Padepokan Abah Anom akan dianggap sebagai bagian dari “keluarga”nya”. Kamis (11/07/19).

Pengusaha kelahiran 3 November 1970 yang merupakan salah satu cucu dari mantan presiden Soeharto itu menyatakan dukungan penuh kepada KH Abah Anom untuk memproduksi film tema apapun terutama terkait sejarah. Nilai-nilai sejarah, seni dan budaya, sangat kurang digali dalam produksi film untuk belakangan ini.

Dibalik kesederhanaan KH Abah Anom yang selalu tampil low profile, terkuak malam itu bahwa beliau merupakan salah satu cucu kesayangan Ibu Siti Hartinah (Tien Soeharto). Hal ini mengagetkan hampir seluruh anggota tim produksi yang ikut mendampingi KH Abah Anom saat memenuhi undangan dari keluarga Cendana, malam kamis tadi. Wajah antusias tampak pada Febrian Adithya selaku ketum Parfi, Udin Berantai, yang ikut mendampingi dan kru PT FANS yaitu Asep DOP, Nughie, kang Asep, Agung Ramadhan, wang Rahman, Dg Herman, Ali Hsb, Jawa Anom dan Fahdi A yang ikut mengawal.

Pada malam sebelum mendatangi kediaman Ari Sigit, 10 Juli 2019, sempat terjadi perbincangan yang sangat menarik antara KH Abah Anom, Udin Berantai dan Febrian Aditya di Dapur Bunda, jam 10.51, bahwa KH Abah Anom telah mempersiapkan program kontinyu untuk 5 tahun ke depan, menjalin kerjasama dengan Pemda,Dinas Pendidikan, BPKBN, Bekraf, dan Dinas Pariwisata. Meminta tim tetap fokus pada kekuatan Konsep, soal biaya sudah diatur. Bagaimana menciptakan kenyamanan pada tim produksi dan pemain. Salah satu solusinya dengan membuat rekening bersama. Diperkuat Udin Berantai yang menandaskan hal itu untuk menjaga keamanan, kejujuran dan kepercayaan.

Sangatlah wajar jika KH Abah Anom pun tak bosan mengingatkan untuk selalu konsisten, komit, jujur, disiplin, dan hindari meremehkan orang lain. Yang dicari bukan orang yang pinter, tapi yang setia dan yang paling siap diuji dari berbagai aspek.

“Belajarlah dari sapulidi di mana setiap batang lidinya harus mau dan harus bisa disatukan untuk hidup dalam kebersamaan. Jangan hanya membesar-besarkan egonya sendiri. Itu ajaran Abah di sini. Kebersamaan. Jangan saling menjatuhkan. Melihat satu, lihatlah yang banyak”, kata Jawa Anom, salah seorang murid Padepokan, sekaligus tim operasional dalam HRD dan LEGAL di Padepokan Abah Anom.

Hanya waktu yang akan membuktikan, dan alamlah yang bakal memilihkan siapakah yang patut dipercaya dan memikul tugas dan tanggungjawab dalam setiap produksi. KH Abah Anom sangat selektif, tidak mudah begitu saja memberikan kepercayaan pada siapapun, tak semudah yang dibayangkan dan tak sesulit yang dipikirkan.

“Ada proses yang masih harus dilewati oleh semua calon kru film maupun pemain. Baik pada saat baru sebatas pembahasan rencana produksi, saat pra produksi, produksi, maupun paska produksi. Perubahan terhadap nahkoda, awak kapal, dan penumpangnya bisa datang sewaktu-waktu, mengingat adanya keharusan bersikap profesional dan tuntutan pertanggungjawaban yang harus tetap dijalankan. Apapun alasannya. Karena ini menyangkut modal yang tak sedikit. Terlebih lagi sudah melibatkan pihak Keluarga Besar Cendana”, tegas KH Abah Anom kembali.

“Ada tahap penjajagan lalu tahap penentuan, dan dilanjut tahap kepastian. Abah sendiri yang akan menunjuk dan menentukan siapa yang akan Abah uji, lalu Abah sendiri yang akan menjajagi dari semua sisi, kemudian memastikan dapatkah benar-benar dapat dipercaya? Pada saat inilah Abah baru benar-benar memilih dan menentukan”, tegas KH Abah Anom serius.

Liputan/Rillis : (Fahdi Aprianto/Abah Anom)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: