Pasokan Minyak 20 Drum/Bulan, Membuat Pengusaha Kec. Selayar Mencari Alternatif Sendiri

Onlinebuser.com, – “Untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak jenis solar nelayan tangkapnya, seseorang pengusaha penampung ikan yang berinisial ADI terpaksa harus membeli minyak dengan memakai DO milik orang dari wilayah Kecamatan lain” ; demikian kata sumber kami yang layak dipercaya pada hari Jum’at (12/04-2019) disalah satu warung kopi terletak disudut desa Penuba Kec.Selayar.

Ketika dikonfirmasi pada hari Sabtu (13/04-2019), ditempat kerjanya, pengusaha penampung ikan berinisial ADI mengatakan bahwa ;”memang benar bahan bakar minyak jenis solar, untuk kegiatan penangkapan ikan dilaut oleh kapal tangkap anak kaki saya memang kekurangan setiap bulannya, bila mengharapkan pembagian dari KUD Penuba”.

Lebih lanjut pengusaha berinisial ADI tersebut menjelaskan ;”setiap bulan kami dapat jatah dari KUD Penuba, cuma dua drum atau sama dengan 400 Liter, sementara anak kaki saya lebih dari 30 kapal tangkap, kalau dibagikan, masing-masing hanya kebagian 13 koma sekian setiap bulannya, coba bapak bayangkan, apakah itu cukup ?”.

Sebelum mengakhiri konfirmasi, ketika ditanya, kenapa selama ini tidak ada keluhan tentang kekurangan minyak solar untuk keperluan kapal tangkap ikan milik anak kaki yang bernaung dibawah binaannya, dengan terus terang si “ADI” mengakui ; “untuk menutupi kekurangan pasokan dari KUD Penuba tersebut, terpaksa saya membeli dari pihak lain, yakni DO milik warga kecamatan lain”.

Diharapkan kepada pihak berkompeten, sebelum muncul problem akibat dari kekurangan bahan bakar minyak solar di Kecamatan Selayar maupun Kecamatan lainnya di Kabupaten Lingga, sebaiknya pihak Pemkab Lingga, melalui Kepala Bagian (Kabag – red) Ekonomi segera mencari solusi serta mengevaluasi tentang seberapa besar bahan bakar minyak jenis solar yang dibutuhkan masyarakat, khususnya nelayan tangkap di Kecamatan Selayar.

Bila tidak demikian, dikhawatirkan akan berpengaruh kepada penurunan pendapatan bagi para pekerja, sebab…. dengan kondisi sulit mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar, tidak tertutup kemungkinan si nelayan akan berkurang hari kerja untuk menangkap ikan dilaut dikarenakan “tidak” dapat membeli minyak solar.

(Edysam)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: