KILAS BALIK MENCENGANGKAN DARI ALUMNUS UNIVERSITY OF LONDON

Onlinebuser.com JAKARTA – Tradisi musyawarah adalah wujud kedewasaan dan kecintaannya bersilaturahim, dan silaturahim adalah bukti betapa matang dan besarnya jiwa dan mentalitas seseorang. Titik temu semakin cepat didapatkan saat segala pembahasan dalam musyawarah diniatkan dan ditekadkan untuk kebersamaan, dan bukan untuk kepentingan individu atau pun kelompoknya semata. Hura-hura bertopeng dua menjadi malu ditampakkan. Koar-koar mulut besar yang hanya menjebak sosok tertentu yang dianggapnya bodoh dan bisa dimanfaatkan bahkan diperbudak, sesadarnya tak lagi mau dilakukan. Ada rasa malu dan tahu diri yang amat sangat. Kecuali bagi mereka yang memang sedang sakit jiwanya. Sulit membedakan mana sifat dan sikap baik atau buruk, mana yang menyamankan dan mana yang hanya menciptakan api kekacauan belaka. Maunya ikut menyelesaikan masalah malah menciptakan masalah baru. Berputar-putar macam lingkaran setan dengan tiada batas akhir kejelasannya. Jumat (12/07/19).

“Kaji Diri! Kaji Diri! Setiap waktu harus luangkan waktu untuk mengkaji Diri! Jangan cuma mengkuliti di luar diri sendiri, tapi kulitilah selalu diri sendiri. Itu jalan yang paling tepat dan tercepat meraih sukses dan menuju Allah SWT”, ujar KH Abah Anom. Itu salah satu poin utama ajaran beliau.

Kilas balik dari sosok Ari Sigit, putra sulung dari Sigit Hardjojudanto dan Ilsye Aneke Ratnawati, terhadap permintaan KH Abah Anom atau yang bergelar Kanjeng Raden Haryo Anom Panuntun dari Kasunanan Surakarta, terkait dengan investasi dan penawaran sebagai eksekutif produser atau produser, yang kemudian ditolak dengan tegas penawaran tersebut dan hanya menyanggupi permintaan KH Abah Anom untuk memback up semua biaya produksi untuk film bertema apapun, tanpa kecuali.

Ari Sigit, alumnus University of London, jurusan bisnis dan manajemen American, tentu saja tak gegabah ambil keputusan, ada empat alasan kuat yang melatarbelakanginya, pertama, masih keluarga cendana, kedua, kepribadian dan mentalitas KH Abah Anom yang telah teruji dalam kerjasama di berbagai bisnis, ketiga, analisa bisnisnya melihat kapasitas dan prospek industri film ke depan, dan keempat, kepeduliannya terhadap kondisi negara dan bangsa ini, film sebagai media membangun mentalitas berkebangsaan.

“Beliau yang telah memulai bisnisnya dari tahun 1990 hingga sekarang dalam berbagai bidang seperti konstruksi, perdagangan, distributor, properti, hiburan, obat-obatan, hingga sarang burung walet, tentunya tak perlu diragukan lagi kapasitas analisanya dalam menjalankan sebuah bisnis dan kerjasama”, jelas KH Abah Anom saat ditanya Kerangka Langit Press.

Perjumpaan KH Abah Anom dengan Ari Sigit malam itu, seperti sudah ada ketetapan dari-Nya. Ada pertanda alam dengan mekarnya beberapa bunga yang mengeluarkan aroma wangi selama beberapa hari sebelumnya hingga malam itu.

“Pertemuan Abah dengan beliau malam itu sangat terasa sudah ditentukan Allah SWT. Abah sangat-sangat yakin akan hal itu. Sabda Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya setiap manusia dibentuk dalam perut ibunya selama 40 hari, yang awalnya berbentuk ‘alaqah lalu menjadi mudhghah, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Setelah malaikat selesai menulisnya, lalu ia keluar dengan membawa lembaran catatannya, tanpa menambah dan mengurangi isi perintah Allah itu”, kata KH Abah Anom.

Kuasa Hukum Padepokan Abah Anom yaitu Ir.GATOT.TB.ARRY.SH.MH, atas persetujuan dan dukungan KH Abah Anom dan Aa’ Darusalam Anom, bersama Tim HRD dan LEGAL yang terbagi dalam dua divisi yaitu Divisi Admin (Administrasi – Keuangan) LEGAL dan Divisi Operasional LEGAL yang akan menaungi, memenej dan menindak tegas dalam setiap proses produksi film dan penyelewengan yang sedang atau pun akan dikelola oleh tim kru produksi dan pemain yang berbeda dalam setiap judulnya, Ir.GATOT.TB.ARRY.SH.MH telah menyatakan siap untuk melakukan penegakan Aturan Main agar setiap pengajuan proyek pembuatan film “Taat Prosedur” dengan segala ketetapan persyaratan yang harus dipenuhi. Kami siap menaungi sekaligus mengontrol perjalanan PT FANS (produksi film) dan KANS (talent).

Liputan/Rillis : (Fahdi Aprianto/Abah Anom)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: