KEHADIRAN AKTOR AKTRIS LEGENDARIS, FENOMENA OPEN CASTING APAKAH INI?

Onlinebuser.com, JAKARTA – Sampai hari Jum’at, 12 Juli 2019, situasi Open Casting GKSSJ-1 terkesan semakin meriah, terlebih dengan hadirnya Zainal Abidin Zetta atau lebih dikenal dengan nama Diding Boneng, salah satu aktor dan sutradara teater terbaik Indonesia, peraih beasiswa di Institut Kesenian Jakarta. Sabtu (13/07/19)

Perbincangan seru dengan rekan aktor legendaris terjadi di padepokan Abah Anom. Yang kemudian diselingi dengan berfoto dan wawancara bersama pengajar teater di Bakrie School Of Management.

Ada beberapa ulasan yang disampaikan Diding Boneng, pemimpin Kloster Rute Teater yang didirikan tahun 2008 dan pernah berperan sebagai hansip kompleks yang berwatak usil, jahil dan selalu berakhir sial dalam film Warkop DKI Dono, Kasino dan Indro ini. Ia menyatakan rasa senangnya bertemu dan berdialog hangat bahkan mendapatkan uraian singkat dan padat terkait latarbelakang, visi misi, dan konsep garapan film GKSSJ-1 dari KH Abah Anom, selaku eksekutif Produser.

Respon balik eyang Diding Boneng sangat antuasias dan lugas, bahwa sebaiknya persiapan produksi film ini harus disikapi lebih serius lagi, sebab memilih kru dan pemain yang tepat itu gak mudah, butuh waktu. Pemain dituntut harus punya kejelian plus, di mana aktingnya gak boleh asal-asalan, harus sesuai tuntutan skenario, pemain harus bisa menghidupkan tokoh dalam skenario. Begitu pula berlaku hal yang sama untuk pemilihan kru produksinya.

KH Abah Anom sengaja merangkul aktor-aktor legendaris untuk datang ke Padepokan Abah Anom, bukan hanya fokus pada Open Casting.

“Abah sangat menghormati aktor-aktris legendaris perfilman Indonesia. Abah sangat bahagia, bisa banyak berdialog dengan mereka di saat Open Casting Film ini berlangsung, banyak advis menarik demi suksesnya persiapan produksi film GKSSJ-1 khususnya dan umumnya untuk judul film berikutnya”, sambut KH Abah Anom dengan tersenyum lebar dan mata berbinar-binar.

Pada hari Minggu, 14 Juli 2019 akan diadakan preview dan penentuan calon pemain untuk film GKSSJ-1 dari total 323 peserta Open Casting terhitung sampai tanggal 12 Juli 2019.

Kehadiran aktor aktris legendaris dan generasi milenial, yang bukan hanya sebagai peserta casting, namun juga sebagai tamu, teman, sahabat dan saudara yang telah banyak memberikan sumbangsih advis bagi kemajuan dan suksesnya tim produksi dan pemain.

Terciptanya rasa kekeluargaan dalam setiap berlangsungnya Open Casting ini, membuat bahagia hati KH Abah Anom; sesuai harapan. Dengan berdatangannya para pekerja film atau para sineas dari berbagai lapisan generasi itu menciptakan atmosphere tersendiri untuk sama-sama saling peduli dan bertekad menyatukan harapan bersama bahkan demi terwujudnya kebangkitan dunia filem di mata dunia. Yang jika tak mau hanya sebatas impian, pastilah butuh niat super kuat dan tekad super bulat, semangat membara, mental baja, tangguh dan konsisten dalam bekerja, solid dan disiplin tinggi, teguh dan tak mudah patah, tak saling sikut apalagi bermuka dua, jujur dalam berkata, tulus dalam berinteraksi, tidak lagi memicingkan mata pada siapapun apalagi sampai mendewakan ego dirinya.

“Di sini bukan tempatnya untuk membesar-besarkan ego, sudah bukan waktunya lagi untuk merasa dirinya terbaik dibanding lainnya. Abah ingin tempat ini jadi wadah untuk saling mengasah ketulusan, saling mengasihi, saling memberdayakan, saling memaklumi dan saling menyempurnakan. Bukan lagi tempat berkumpulnya orang-orang yang masih kerdil jiwanya, yang tak mau berbagi, yang hanya memikirkan diri sendiri dan kebesaran kelompoknya semata. Meski hal jelek baru sebatas niat atau baru sekilas terlintas di pikiran, harus cepat-cepat dihapus, jangan sampai ada, apalagi sampai beranak pinak !”, tegas KH Abah Anom di depan para tamunya.

Beliau tak pernah melarang atau berkata keras pada siapapun saat harus mengingatkan. Kesadaran itu harus tumbuh murni dari dalam dirinya. Tidak dipaksa-paksakan. Tidak berdiri di atas kepura-puraan. Beliau hanya memberikan “saloka”. Siapapun harus pandai mengkaji diri, mawas diri, instropeksi diri, dan berani menguliti kepribadian dirinya. Sebab semua keganjilan di luar diri adalah cerminan dari keganjilan dalam diri sendiri. Jagad Mikro adalah pusat pengendali dari segala penyakit, kekacauan, dan kemiskinan.

“Abah dengan 176 media, siap mensupport siapapun yang benar-benar terbukti serius dan profesional. Bagi yang terbukti Taat Aturan Keadministrasian dan Keuangan sesuai prosedur yang telah ditetapkan PT. FANS dan dipayungi HRD-LEGAL. Untuk urusan Talent harus mau ikuti Prosedur KANS, tapi kalo mau ikut dalam Produksi Film atau pengajuan Produksi Film ya harus mau melalui jalur PT FANS. Jika telah terbukti Taat Prosedur, Taat sebagai anggota KANS, dan Taat dalam Proses Produksi, maka siapapun akan mendapatkan haknya baik sebagai pemain, kru dalam produksi maupun pemegang proyek”, demikian penjelasan KH Abah Anom dalam dialog terbatas.

Liputan/Rillis : (Fahdi Aprianto/Abah Anom)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: