Camat Bangsalsari, Tugaskan Kasipem Ukur Ulang Luas Tanah Gugatan

Onlinebuser.com, JEMBER – Camat Bangsalsari menugaskan kepala seksi pemerintahan (kasipem) Prapto untuk mengukur ulang luas tanah milik Sinayu, Buk Herus juga Buk Nur, tentang kepemilikan mereka berdasarkan bukti-bukti yang ada, serta menanyakan kepada keduanya tentang kepemilikan tanah selain SPPT dan Akte Jual Beli begitu juga dengan petunjuk buku Leter C yang ada di Desa.

Sedangkan menurut mantan Kades Petung, Muhammad Ridwan mengatakan mengenai permasalahan kepemilikan tanah Sinayu di buku Leter C Desa, memang ada dan tembus atas nama Sinayu.

Saya pada saat menjabat Kades Petung kedua orang itu (Buk Herus juga Buk Nur) pernah memaksa saya untuk membuat Akte baru, tetapi saya menolak, karena takut di kemudian hari ada gugatan, seperti sekarang ini,” ungkap Ridwan pada wartawan, Jumat (05/04/2019).

Ditambah M. Ridwan sehubungan masa jabatan saya sudah berakhir dan Kades yang menjabat sekarang buyar, maka terjadilah masalah ini, mediasi antara keduanya di lakukan beberapa kali di kantor Desa, namun masih belum ada penyelesaian sampai keluarga Sinayu melaporkan kasus ini kepada Polres Jember,” ucapnya.

Sedangkan menurut Sinayu (55) warga Dusun Paguan Desa Petung Kecamatan Bangsalsari, tanah yang di milikinya sejak dulu, dan berdiri sebuah rumah di lahan tersebut, kepemilikan tanah dan bangunan itu, saya punya Akte Jual Beli (AJB) dengan nomor 1454 dengan luas 410m2 atas nama saya sendiri, kini tanah tersebut ada yang mengaku ngaku memiliki tanah dan bangunan itu,” ungkapnya.

Lanjut Sinayu, kedua orang yang mengaku tanahnya sampai saat ini belum bisa menunjukkan bukti bukti kepemilikannya sampai mediasi selesai, sedangkan Bukti Jual Beli saya sudah jelas ada, yaitu jual beli dari Asan Kerok kepada saya sendiri dengan nomor 1454 dengan luas 410m2.

Menurut Sinayu tanah milik Buk Siyati yang berlokasi di sebelah Utara dengan nomor 1413 dan luas 153m2, itu menjadi pertanyaan kami? dan bukan atas nama Siyati akan tetapi atas nama Buk Herus dan Buk Nur, Begitu juga menurut Imam sangat di sayangkan kepada pihak Desa yang tidak dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini, pak Kades Buyar dan Abdullah selaku Sekdes Petung kenapa tidak pernah memanggil keduanya mulai dari awal Mediasi sampai 6 kali di lakukan oleh Pemerintah Desa Petung tidak menghadirkan Buk Herus dan Buk Nur.

Apakah pihak Desa sudah membuat Akte Baru kepada kedua orang tersebut atau bagaimana? saya mohon kepada pihak yang berwenang agar di luruskan dan ungkap tuntas, tegas Imam Warga Curah Mulwo Rambipuji, sebagai menantu Sinayu.

Lanjut imam, pertama kali Mediasi pada waktu awal pengukuran memang saya tolak.pasalnya Kades Buyar dan Abdullah Sekdes mau mengukur dari tengah, yang jelas tidak sesuai dengan yang di gugat, dan ini sudah jelas akal akalan Kades dan Sekdes, karna sudah di duga membuatkan Akte Baru, akhirnya Mediasi awal sampai 6 kali, mediasi dan pengukuran sudah di lakukan hasilnya tambah Amburadul, sedangkan punya Sinayu sudah jelas ada Akte Jual Beli (AJB),” jelasnya.

Nomor persil 1454 dengan luas 410m2 tambah mengkerut menjadi luas 206m2 akibat akal akalan Kades dan Sekdes, sedangkan punya Siyati yang seharusnya dengan nomor persil 1413 dengan luas 153 m2 menjadi 715 m2. Sudah jelas dari sinilah tanah milik Sinayu semakin mengerucut akibat ulah Oknum Desa, yang di saksikan orang banyak dan di hadiri oleh pihak Desa, kecamatan dan Polsek,” tutupnya.

Liputan/Rillis : (Erfan/Wahab)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: