PENGALOKASIAN DANA DESA (DD) UNTUK PROYEK TPT DI DESA/KECAMATAN PURWADADI, PENGERJAANNYA DIDUGA DIBORONGKAN SERTA MENGGUNAKAN PEKERJA LUAR DAERAH

Onlinebuser.com. Ciamis- Proyek TPT Jalan Asem di Dusun Ciawitali Desa/Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis Jawa Barat, yang bersumber dari Dana Desa (DD) T.A.2019, terindikasi cara pengerjaannya diborongkan oleh tenaga pekerja dari luar daerah, bolehkah ini ? sementara aturan yang diberlakukan bahwa DD harus dikerjakan secara swakelola dan 30 persen Dana Desa harus dipakai untuk upah,” intinya tidak boleh menggunakan kotraktor. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 247/PMK.07/2015, yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan pada 28 Desember 2015.

Proyek bernilai Rp.118.177.90,- dengan volume 135 m3 ini dengan langsung ditangani oleh Tim Desa, dan juga yang diherankan dalam penulisan di papan anggaran saja tertulis janggal sekali terbukti seharusnya anggaran biaya tersebut ratusan juta di papan tertulis dan terlihat dengan jelas dengan nilai hanya ratusan ribu saja, maka wajar saja bila didugakan dalam pelaksanaannya masih terkesan tidak transfaran dibuktikan dengan kunjungan SKM BUSER/ONLINE BUSER beserta awak media lainnya ke lokasi, Kamis,16/05/19, pejabat desa yang ditunjuk tidak mau menemui pihak media dengan banyak alasan, walau sudah dihubungi terlebih dahulu. Inilah salah satu buktinya.

Dan selanjutnya, kami melakukan komunikasi ke ketua pegawai berinisial yang biasa dipanggil Ucok ini yang notabene berasal dari luar kecamatan, saat ditanyakan tentang tata cara pengerjaan ketua pegawai ‘Ucok’ mengelak bahwa pengerjaan ini adalah sistem buruh harian, bukan diborongkan. Tapi pekerja hampir 100% berasal dari luar kecamatan. Namun menurut sumber lain yang tidak mau disebut inisialnya mengatakan bahwa pengerjaan tersebut benar benar cara kerjanya diborongkan. Selanjutnya, dengan menggunakan pekerja dari luar kecamatan juga ini sudah menyalahi aturan, tegasnya ke SKM BUSER /ONLINE BUSER. Saya tau persis, cuma terkadang pekerja sudah dikondisikan terlebih dahulu. Yang nanti ketika ditanya oleh media atau siapapun harus dengan jawaban yang sama yakni harus mengaku bahwa ini sitem harian bukan diborongkan, tegasnya kembali. Dengan pernyataan semacam ini, tentunya menjadikan penomena yang harus ada penyelesaiannya.

Telah banyak diberitakan dimedia tentang penyelewengan penyelewengan Dana Desa yang dilakukan oleh oknum pegawai Desa, baik itu dalam sistemnya maupun pelaksanaannya bahkan pengalokasian dananya. Namun kenapa pihak terkait belum juga bisa menuntaskan permasalahan ini. Atau sengaja menutup mata tidak peduli ini semua.

Sebenarnya mungkin masih ada permasalahan yang menyakut peng-LPJ an tiap tahunnya yang disinyalir masih kurang beres tidak sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Inilah PR Insfektorat dan kejaksaan terkait yang harus lebih jeli dalam melaksanakan pemeriksaan.

Menyangkut tentang Proyek TPT di Desa/Kecamatan Purwadadi ini, sampai berita ini diturunkan, pihak onlinebuser masih belum melakukan komunikasi langsung dengan pihak pelaksana baik Kepala Desa maupun Ekbang yang ditunjuk sebagai pelaksana. Dikarenakan selalu banyak alasan terkesan menghindar dari pihak media sebagai kontrol sosial.

Liputan/Rillis : (SENO T.S dan Tim)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: