Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang, Vonis Tiga Terdakwa Korupsi Kredit Fiktif PD Ventura Purbalingga

Onlinebuser.com, Purbalingga – Dalam sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang awal pekan ini, tiga terdakwa korupsi kredit fiktif Perusahaan Daerah (PD) Purbalingga Ventura divonis hukuman penjara oleh majelis hakim

Ketua majelis hakim, Antonius Widijantono menyatakan, ketiganya terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Purbalingga. Pada sidang tuntutan sebelumnya, jaksa meminta agar majelis hakim menghukum Nova selama empat tahun penjara dan dua karyawannya, Anik dan Krisnu tiga tahun penjara.

“Nova Aris Mustanto mantan direktur diputus tiga tahun. Anik Widya Kusumawati selaku mantan kasir dan bendahara serta Krisnu Bangkit Winar Pradono selaku mantan staf keuangan dan surveyor masing-masing diputus dua tahun penjara,” kata Kajari Purbalingga Nur Mulat Setiawan melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Meyer Volmar Simanjuntak, Rabu (8/5/2019)

Adapun yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan vonis itu, para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, para terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Sebelumnya, ketiga terdakwa ditahan pada 26 November 2018 oleh Kejari Purbalingga. Mereka ditetapkan sebagai tersangka pencairan kredit fiktif. Ada pengajuan kredit fiktif lebih dari 50 kelompok UMKM yang mereka karang sendiri unit usahanya. Mufakat jahat ketiga karyawan PD Ventura itu dilakukan pada medio 2014–2016.

Para terdakwa memalsukan pembukuan keuangan untuk mengelabuhi Badan Pengawas, Auditor maupun Pemkab selaku pemilik modal. Sehingga laporan keuangan PD Purbalingga Ventura terlihat seat dan imbang neraca keuangannya. Padahal senyatanya uang penyertaan modal tersebut sudah digunakan para terdakwa untuk kepentingan pribadi.

“Selama tiga tahun ketiganya menguras uang milik Pemkab Purbalingga hingga Rp 1,7 miliar untuk memperkaya diri mereka,” katanya.

Liputan Rillis : (Kurniawan)
Publish : (Baraboy)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: