120 GURU DI KUDUS IKUTI PELATIHAN PEMBELAJARAN GURU ABAD 21

Onlinebuser.com, Kudus – Sebanyak 120 guru di Kabupaten Kudus perwakilan dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA mengikuti Seminar Pelatihan Pembelajaran Guru Abad 21 di gedung pusat belajar guru (PBG) Mlatinorowito Gang 6, Selasa (12/02 ). PBG sendiri mempunyai 64 guru inti, dan 10 diantaranya sebagai pengelola, sedangkan narasumber dalam seminar merupakan guru inti.

               Pengelola PBG Kudus Imam Santosa mengatakan bahwa tujuan diadakan seminar dan pembelajaran guru di PBG adalah memberikan pendampingan kurikulum yang ada. “Kurtilas atau K13 sudah bagus sekali,  namun implementasi di lapangan tidak sesuai yang kita harapkan,”jelasnya.

                Diharapkan PBG  bisa menjembatani atau membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. “Nantinya yang diajarkan di PBG dengan media pembelajaran teknologi OHP (Overhead Projector) 4.0, 5.0, disesuaikan era sekarang,” ujarnya.

                 Lebih lanjut dikatakan Imam, peserta pelatihan dibimbing oleh guru inti. Guru inti menyampaikan materi yang bisa merangsang peserta pelatihan.  Jangan sampai guru menyampaikan materi tapi tidak bisa menjelaskan detail materi tersebut dengan baik. Sehingga nantinya tidak hanya guru saja yang bisa, namun siswanya dituntut untuk bisa materi tersebut,”tambahnya.

                   Di PBG guru-guru diharapkan bisa membuat buku, nantinya akan difasilitasi jurnal yang sesuai ISBN atau Internasional Standard Book Number. “Pelatihan gelombang pertama sudah berjalan, dan gelombang kedua rencananya bulan maret 2019,” imbuhnya.

                   Selain buku, nantinya pembelajaran juga diajarkan dalam bentuk film bermuatan edukasi  diharapkan bisa mengubah Mindset atau pola pikir. “Jadi, kami menargetkan untuk guru di Kabupaten Kudus harus minimal 1 kali mengikuti pelatihan di PBG,” harapnya.

                    Bupati Kudus saat membuka kegiatan tersebut sangat mengapresiasi, terlebih PBG memang diperuntukan bagi guru yang tidak hanya PNS. Ia sangat menginginkan juga guru-guru Madin maupun diakonia diikutkan. “Sesuai visi misi Kudus Modern Religius dan Sejahtera,” ungkapnya.

                     Guru dituntut inovatif, kreatif dalam menghadapi era milenial, tantangan tersebut diharapkan bisa dijawab melalui pendidikan dan seminar pelatihan pembelajaran guru Abad 21 kali ini.

                     Sementara itu, Aulia Widjiasih Rekso Atmojo dari Dikdasmen Kemendikbud bagian Penjaminan Mutu mengungkapkan perihal Pusat Belajar Guru (PBG) di Kudus. Diakuinya keberadaan PGB tidak banyak di daerah – daerah, “Jarang sekali setiap daerah mempunyai pusat belajar guru, meskipun  biasanya ada campur tangan dari pihak swasta,” ujarnya.

                    Diharapkan kepada guru ( pendidik ) untuk melek pengetahuan, pembelajarannya kolaboratif, maksudnya tidak hanya menguasai materi pembelajaran satu disiplin ilmu, namun guru harus mengetahui beberapa disiplin ilmu lain dan berwawasan luas.

                   Diakuinya jika murid zaman sekarang lebih kritis dibanding dulu, jadi guru dituntut berpengetahuan luas. Beragam isu-isu hangat dan kekinian yang isinya mendukung teks dan literasi, guru harus mengetahui itu semua. “Diharapkan  guru-guru utamanya di Kudus untuk memanfaatkan betul fasilitas PBG yang telah ada ini, lengkap dengan sarana dan prasarana,” pungkasnya.

Liputan Rilis: (Jimmy – Kudus)
Editor : Nofri

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!