WALIKOTA DKI JAKARTA PUSAT HADIRI HUT 104 TAHUN BERDIRINYA GEDUNG “HAANTJES KERK” GEREJA AYAM

Onlinebuser.com, Jakarta – Gedung Gereja yang populer disebut Haantjes Kerk atau Gereja Ayam diresmikan pada tahun 1913. Haantjes Kerk terkait dengan pengakuan Petrus di dalam kitab Injil Matius yang menyatakan, “sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal aku tiga kali” (Matius 26:34). Minggu (24/09/2017) jam 18.00Wib.

Perayaan HUT 104 tahun Gereja Pniel atau Gereja Ayam di hadari oleh para tamu undangan sebagai berikut : Walikota Jakarta Pusat Drs. Mangara Pardede M.Si,
Dinas Parawisata DKI Jakarta Drs. Sahad Sitorus MM, Perwakilan dari Polda Metro Jaya, Bhabinsa Sawah Besar, Aparat Kepolisian Polsek Sawah Besar, Camat Sawah Besar Bp. Martua Sitorus, Lurah Pasar Baru Bp. Agus Yahya Sos. M.si, Sekretaris Lurah Bp. Efrayim Sianturi, Ketua RW. 05 Bp. Suratno, Ketua RT.003 Bp. Sarto, BP MUPEL GPIB Jakarta Pusat Ketua V Penatua Rico Sihombing dan Mantan-mantan Pendeta dan Majelis yang pernah melayani di GPIB PNIEL atau Gereja Ayam.

Ibadah Syukur 104 Tahun Gedung Gereja Pniel atau Gereja Ayam tidak hanya diperingati secara selebrasi tanpa makna tetapi sungguh-sungguh di maknai sebagai bentuk ucapan Syukur Warga Gereja GPIB yang baik, warga yang pernah duduk bersama di dalam persekutuan ibadah sejak awal berdiri hingga sekarang.

Dalam khotbahnya, Pdt. Adriano Wangkay mengatakan keberadaan Gedung Gereja Pniel atau Gereja Ayam juga sebagai simbol dari kerukunan hidup beragama di Indonesia. Selain itu, juga menjadi simbol keberagaman dan menjadi tempat bersekutu dengan Allah. Diharapkan keberadaannya tidak sekadar menjadi Cagar Budaya atau monumen tetapi dari sana terpancar kabar baik, bersinar dan pengharapan bagi bangsa Indonesia.

“Lanjutnya, melalui persekutuan yang ada di Gereja ini, akan mewujud menjadi umat yang “bergereja” di tengah kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Tugas Panggilan dan Pengutusan Gereja yaitu Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian.

Sambutan Ketua Panitia perayaan 104 tahun Gedung Gereja Pniel atau Gereja Ayam Ibu Yohana Ninkeula menyampaikan dengan bebagai kegiatan bersifat utama dan pendukungnya. Tiga kegiatan utama adalah melaksanakan ibadah syukur peringatan dan perayaan 104 tahun Gereja Ayam adalah sebagai berikut :

1. Menunjang Renovasi Gereja Ayam, diadakan usaha dana dalam bentuk kegiatan SABDA & NADA.

2. Kebersamaan antar warga Jemaat dalam kegiatan Tea Walkt.

3. Kesaksian dalam bentuk aksi sosial, pengobatan gratis serta pembagian sembako bagi masyarakat sekitar.

Sambutan Walikota DKI Jakarta Pusat Drs. Mangara Pardede M.Si menyatakan bahwa tahun 2015 Pemerintah mengakui Gedung Gereja Pniel atau Gereja Ayam menjadi salah satu Cagar Budaya untuk Bangsa, Negara dan bagi kita sendiri sebagai umat Kristen.

Lanjutnya, walikota berharap melalui perayaan 104 tahun Gereja Pniel atau Gereja Ayam ini dapat menciptakan pembaharuan dan pembangunan mental yang makin mencerminkan ajaran Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari.

Pesan Walikota, Gereja Pniel atau Gereja Ayam bukan menara gading tetapi Gereja Pniel atau Gereja Ayam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat sekelilingnya dan meminta jemaat untuk menjaga keamanan, kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. “tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan rama-tama HUT 104 tahun Gereja Pniel atau Gereja Ayam dan dimeriahkan oleh penyanyi-penyanyi asal Maluku “Gerson And Friends” yang sangat keakraban antar jemaat satu dan lain dengan tertib. Shalom.

Liputan/Rilis: (Ongen Van Lou)
Editor : Nofri

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!