Polres Purbalingga Tetapkan Mantan Ka Dindik Pemkab Purbalingga Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Gedung TK Padamara

Onlinebuser.com, Purbalingga-Polres Purbalingga menetapan IS mantan Kepala Dinas Pendidikan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi Pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) TK Negeri Pembina Padamara dalam gelar perss release di halaman Mapolres Purbalingga selasa (9/1/2018).

Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Herman Setiono didampingi Kasat Reskrim AKP Tarjono Sapto Nugroho,Kaurbinaops Satreskrim Iptu Subiyanto dan Kanit Tidpikor Iptu Agus Setiyarso mengatakan,tersangka kasus dugaan pidana korupsi berinisial IS.Yang bersangkutan merupakan ketua panitia pembangunan gedung TK Negeri Pembina Padamara dan pernah juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga.

Pembangunan gedung TK tersebut dilaksanakan sejak tahun 2011 hingga tahun 2013.Sedangkan anggaran pembangunan gedung TK tersebut diperoleh dari Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Nasional.Tersangka menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan pemasangan rangka atap baja ringan di gedung TK yang dibangun.Pada Bulan Februari 2014 atap rangka baja ringan yang dipasang ambruk,hingga gedung TK tidak bisa digunakan.

“Dalam penanganan kasus dugaan tidak pidana korupsi ini memang membutuhkan proses yang melibatkan banyak pihak,mulai dari peneliti tim ahli dari Politeknik Semarang,Inspektorat Kabupaten Purbalingga dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.Hal tersebut untuk bisa mengetahui adanya kesalahan prosedur atau penyimpangan dalam pemasangan atap bangunan sekolah dan memastikan adanya kerugian negara,”jelasnya.Kabag Ops menambahkan peristiwa ambruknya atap gedung tersebut menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp.307.671.30,-.

Dari total tersebut,tersangka sudah mengembalikan uang ke kas negara sebesar Rp.8.787.300,-.Sehingga masih ada kerugian negara yang belum dipulihlan sebesar Rp 293.884.586.30,”imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan Polisi terhadap kasus tersebut sejak 19 Februari 2014 akhirnya IS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Polisi langsung membawa tersangka dan barang buktinya diserahkan kepada Kejaksaan Negeri ( kejari ) Purbalingga untuk proses selanjutnya setelah usai perss release.Hal ini dilakukan karena berkas perkara yang dikirimkan penyidik kepolisian sudah dianggap lengkap oleh kejaksaan.

 

 

Liputan/Rilis: Kurniawan
Editor : Nofri

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!