POLISI GAGALKAN PENYELUNDUPAN SABU LEWAT MAKANAN DI PENGADILAN NEGERI SEMARANG

Penyelundupan sabu

Onlinebuser.com, SEMARANG – Kepolisian Kota Besar (Polrestabes) Semarang berhasil menggagalkan usaha penyelundupan sabu seberat 1,5 gram, ke ruang transit tahanan Pengadilan Negeri Semarang pada Selasa (21/11).

Tersangka bernama Sri Cahyani (31) warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara
Ibu tiga anak ini diamankan Aparat Kepolisian dengan menyelundupkan sabu kepada seorang tersangka kasus narkoba, di Pengadilan Negeri Semarang.

Untuk mengelabuhi petugas, sabu tersebut dimasukan ke dalam mulut ikan mujair goreng yang dibawa pelaku dengan alasan mengantar makan siang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji menjelaskan pengungkapan ini bermula dari adanya informasi bahwa akan ada penyelundupan sabu di Kantor Pengadilan Negeri Semarang. Setelah ditunggu, munculah tersangka yang berpura-pura memberikan makanan kepada seorang tahanan yang akan menjalani sidang.

Pelaku menitipkan makanan yang akan ditujukan seorang terdakwa bernama Arif Junaidi yang sedang menunggu disidang, tapi petugas curiga dan memeriksa makanan yang dibawa tersangka,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang.

Saat diperiksa, petugas mendapati paket sabu seberat 0,5 gram yang disembunyikan di dalam ikan mujair goreng. Selain itu ditemukan sabu seberat 1 gram di dalam bungkus permen.

Sementara itu, Sri mengaku, diperintah oleh Arif yang juga kekasihnya untuk mengirim sabu tersebut. Rencananya, sabu yang berada di dalam ikan itu buat Arif, sedangkan sabu di dalam bungkus permen akan diberikan kepada seorang narapidana Lapas Kedungpane bernama Kiko. Sedangkan Sabu tersebut diambil Sri di depan Sekolahan di Jalan Arteri Soekarno Hatta dari seorang bernama Anang.

Sabu saya ambil depan Sekolahan di Jalan Arteri Soekarno Hatta dari seorang bernama Anang untuk diantarkan kepada Arief. Sekali mengantar mendapat imbalan Rp.150 ribu dan memakai sabu sepuasnya,” ujar wanita yang berprofesi ibu rumah tangga itu.

Atas upaya penyelundupan tersebut, ibu dari tiga anak ini, terancam dengan jeratan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 undang undang republik indonesia nomor 35 tentang narkoba, dengan hukuman minimal 5 tahun penjara.

Liputan/Rilis: Suyono Jateng
Editor : Nofri

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!