KAPOLRES BLORA MENCOBA OPERASIKAN MESIN PENCACAH RUMPUT TEMUAN AIPDA SUYONO

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K., M.H (Kiri) mencoba mengoperasikan mesin pencacah rumput ciptaan Aipda Suyono

Onlinebuser.com, Blora – Aipda di kalangan Polres Blora merupakan sosok seorang anggota Polisi yang kreatif dan bersosial tinggi. Pasalnya Aipda Suyono telah berhasil menciptakan mesin pencacah rumput dan yang membuat banyak mata terbelalak, mesin pencacah rumput tersebut dibuat dengan menggunakan biaya pribadi yang kemudian di sumbangkan untuk para peternak dengan maksud agar para peternak dapat menekan biaya untuk pembelian pakan.

Usai melaksanakan Safari Jum’at yang rutin dilakukan oleh Kapolres Blora, kunjungan ke rumah Aipda Suyono menjadi salah satu agenda Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K., M.H beserta rombongan pada Jum’at (5/1) kemarin. Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K., M.H mencoba mengoperasikan mesin pencacah rumput ciptaan Aipda Suyono.

Melihat cara kerja mesin pencacah rumput ciptaan anggotanya tersebut, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K., M.H merasa kagum dan sangat mengapresiasi. Menurutnya, mesin pencacah rumput tersebut sangat membantu para petani dan peternak karena dengan menggunakan alat ini, limbah dari tanaman bisa dijadikan sebagai pakan ternak, bahkan pakan ternak yang dicacah menggunakan alat ini bisa bertahan sampai empat bulan lebih setelah difermentasikan, sehingga dapat menekan pengeluaran untuk pembelian pakan khususnya sapi dan kambing.

“Kami sangat mengapresiasi, alat ini tidak ada di pasaran. Di samping harganya murah, juga awet dan tahan lama karena kami melihat pisau yang digunakan untuk mencacah tebal. Di samping itu hasilnya cacahannya apabila difermentasikan akan dapat bertahan sampai empat bulan lebih,” jelasnya dengan penuh keheranan.

Lebih lanjut Kapolres Blora berpendapat mesin pencacah rumput hasil temuan Aipda Suyono tersebut akan dapat dikembangkan apabila mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah terutama pendanaan. Saat Kapolres Blora beserta rombongan berkunjung ke rumah Aipda Suyono di Desa Nglobo Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, Aipda Suyono sempat mengeluh karena belum adanya perhatian dari pemerintah padahal permintaan sudah banyak.

“Terus terang saya kekurangan modal, sebab alat ini saya buat dari hasil tabungan saya sendiri yang dibantu oleh warga yang bisa mengelas. Saya berharap ada perhatian dari pemerintah,” keluhnya.

Aipda Suyono menjelaskan, mesin pencacah rumput tersebut untuk membantu warga dalam hal penyediaan pakan ternak. Selain menciptakan mesin pencacah rumput, Aipda Suyono juga mengajarkan pembuatan pakan ternak dengan cara silase atau pengawetan. Menurutnya, tersedianya pakan ternak yang melimpah saat musim hujan merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk persiapan pada musim kemarau. Dengan caranya, pakan ternak dapat disimpan selama beberapa bulan bahkan sampai satu tahun, sehingga para peternak tidak kebingungan di saat musim kemarau. “Limbah pohon jagung yang sudah kering yang biasanya hanya sebagai sampah, sekarang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak,” tambahnya.

Masih menurut Aipda Suyono, dirinya mendapatkan inspirasi untuk membuat mesin pencacah rumput tersebut berawal dari tiga tahun lalu saat musim kemarau biaya untuk membeli pakan ternak selalu bertambah. Dengan membaca buku mengenai ternak sapi, yang di dalam buku tersebut dirinya menemukan sebuah teori untuk membuat alat pencacah pakan ternak yang kemudian dia ceritakan pada Naup tetangganya dan saudaranya. “Dengan menggunakan mesin motor yang sudah lama tidak terpakai, saya bertekat membuat alat ini,” pungkasnya.

 

Liputan/Rilis: (Edy/Harti Blora)  
Editor : Nofri

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!