Gus Ipul : Baca Al-Qur’an Harus Banyak Inovasi

Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Me-Launching Jatim Mengaji dan Tabligh Akbar dan Ruantum Tahsin Wafa Indonesia di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. doc

Onlinebuser.Com, SURABAYA – Metode membaca dan memahami Al-Qur’an harus banyak terus dilakukan inovasi. Kurikulum salah satu metode yang sangat penting. WAFA yang memberikan alternatif diharapkan bisa mempercepat membaca dan memahami, sekaligus menghafal Al-Qur’an.

Memang, dibutuhkan metode-metode yang terus diinovsi. “Saya mengapresiasi pendiri dan pengurus WAFA yang terus mengembangkan metode-metode yang makin hari orang bisa makin cepat bisa membaca dan menghafal serta memahami Al-Qur’an, apalagi dengan memanfaatkan perkembangan dan kemajuan IT, saya yakin makin luas orang bisa membaca Al-Qur’an dan bermanfaat bagi bangsa”.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf pada acara  “Jatim Mengaji ” yang diselenggarakan WAFA (Metode baca al-Qur’an dengan otak kanan), di  Masjid  Nasional  Al-Akbar Surabaya, Minggu (11/6/17).

Jika masyarakat makin banyak yang bisa membaca dan memahami Al-Quran tentu dampaknya sangat bagus untuk diri sendiri, untuk keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, dengan membaca Al-Qur’an semakin mengerti peringatan Allah. Metode yang dikembangkan WAFA ternyata bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Terbukti setiap tahun jumlah murid dan lembaganya meningkat.

Gembira dan bahagia itu penting. Dengan membaca Al-Qur’an kita dibahagaiakan dan disenangkan oleh Allah SWTkarena dari hati bahagia akan mengeluarkan kesan yang baik dan indah.

Menurutnya, orang yang paling mulia adalah yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan pada yang lain. Al qur’an merupakan petunjuk Allah SWT supaya berada di jalan yang benar. Selain itu, Al-Qur’an menjadi penyempurna agar hidup seimbang dunia akherat.

“Saya hadir tiga tahun berturut-turut, ingin medapat keberkahan dari majelis ini. Al-Qur’an bisa menjadi obat. Hati jadi tenang dengan mendengarkan Al-Qur’an. Sehat lahir bathin karena mencintai Al Qur’an,” katanya.

Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri WAFA, KH Muhammad Shaleh Drehem, LC mengatakan, WAFA cara belajar membaca Al-Qur’an secara konferensif dan mudah. Al-Qur’an menyelesaikan semua problem dalam hidup ini, maka bacalah Al-Qur’an dan amalkan.

“Jatim Megaji ” diraangkai pelatihan Quantum Tahsin oleh KH Mudawi Ma’arifDirektur Wafa H Mohamad Yamin, ST yang diikuti 1.605 orang peserta.

 

Liputan/Rilis :(AS)
Editor : Nofri

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!