DESA KARANG KAMULYAAN TETAP PELIHARA BUDAYA OLAH RAGA SEPAK BOLA

Onlinebuser.com,- Banten, Adalah Desa Karang kamulyaan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang dikepalai Mulyadi tetap  memelihara budaya olah raga yang diwariskan para sesepuh pendahulunya teruam ajenis olah raga sepak bola dan bola volley, ini terbukti disetiap ulang tahun pemuda kampong cibobos Desa Karang Kamulyan selalu diadakan turnamen sepak bola.

Luar biasa memang pasalnya kegiatan tersebut diadakan setiap tahu yang memprebutkan hadiah tidak tanggung-tanggung yaitu kerbau ditemui disela-sela kegiatan Kepala Desa Karang Kamulyan Mulyadi mengatakan “kami tetap memelihara kegiatan olah raga terutama sepak bola apalagi punya target yaitu pada saat ulang tahun pemuda cibobos yang mana setiap kami ulang tahun mengadakan open turnamen sepak bola dengan tujuan mempererat tali silaturahmi pemuda yang ada diwilyah banten selatan dan ini berkesinambungan” katanya.

Di temui beberapa warga dan pemuda cibobos serya mengatkan “kami bangga punya kepel desa yang masih muda yang pro aktif selalu di depan dan selalu memberikan motivasi kepada warga terutama para pemuda agar tetap konsisten memelihara olah raga sepak bola, beliaulah yang selalu mendorong pemuda semenjak dulu sebelum menjadi kepala desa, kami sangat bangga karena setiap tahun kami bias melaksanakan kegiatan turnamen sepak bola kerbau cup” kata warga.

Agak langka memang di tengahkesulitan ekonomitapi warga Desa Karang KAmulyanterutama Kampung Cibobos masih bisa mengadakan kegiatan yang lumayan cukup menyerap dana tidak sedikit.

Disini kita bisa menyimpulkan betapa rasa kesatuan dan persatuan warga yang luar biasa serta rasa kesadaran masyarakat yang tinggi sehingga olah raga sepak bola menjadi budaya.

Kerbau Cup jadi Icon Cobobos

Setiap ulang tahun pemuda kampong cibobos Desa Karang Kamulyan selalu ada kerbau cup sehingga tak heran pesertanya membludak, namun diulang tahun yang ke-23 sekarang ini dibatasi hanya 60 club atau peserta, kalau tak dibatasi waktunya terlalu lama seperti yang ditutrkan mulyadi “kami batasi sampai enam puluh club saja padahal sampai ratusan club yang mendaftar, kalau tidak dibatasi terlalu lama waktunya, kami sangat apresiasi kepada para pemuda di Banten Selatan namun sekali lagi kami mohon maaf untuk membatasi peserta”. Tuturnya.

Ditanya soal apa target sebuah kegiatan tersebut mulyadi menabahkan “kmai ingin para pemuda di wilayah Banten Selatan mencintai sepak bola dengan bermain indah, dengan teknik bermain dari kaki ke kaki, disiplin tinggi sehingga permainan tidak ortodok, kasar dan tidak sportif. Apalagi negeri ini sudah mengarah sepak bola menjadi sebuah industry. Makanya kami sangat selektif menerima peserta” tegasnya. (Sul)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!