Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.MH Launching Penanaman Jagung Berteknologi Modern

Bupati H Acep Purnama didampingi Direktur RSU KMC dr H Toto T Kosim dan ketua APJI serta konsultan pertanian, melakukan simulasi penanaman bibit jagung menggunakan mesin modern di Desa Sindang Kecamatan Lebakwangi.

Onlinebuser.com, KUNINGANBupati Kuningan H Acep Purnama SH MH me-launching penanaman jagung berteknologi modern menggunakan mesin alat penanam di Desa Sindang Kecamatan Lebakwangi, Minggu (26/11). Ikut mendampingi Acep, tokoh masyarakat Kuningan dr H Toto Taufikurohman Kosim yang juga Direktur RSU Kuningan Medical Center (KMC).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Jagung Indonesia (APJI) Dr Ir H Sholahudin, Prof Sidi selaku konsultan pertanian, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kuningan Hasan Sadili, H Asep selaku pemilik lahan, Ketua PC NU KH Aminudin yang diwakili KM Sisnawawi, sesepuh SDT (Sadulur Dokter Toto) H Mustarom, serta undangan lainnya.

Ketua LPPNU Kuningan Hasan Sadili mengatakan, tujuan awal dilakukannya penanaman jagung tersebut untuk membantu pondok pesantren (ponpes) yang memiliki lahan untuk diberi bibit jagung. Pengelolaannya pun sengaja menggunakan alat modern agar hasilnya bisa lebih meningkat dibanding menggunakan alat tradisional.

“Sistem pemberdayaan ponpes ini untuk mendapatkan amaliyah dari usaha ponpes itu sendiri, salah satunya dari hasil garapan jagung yang sekarang kita mulai tanam menggunakan teknologi modern,” kata Hasan.

Dalam launching tersebut, Hasan menjelaskan mesin yang digunakan untuk bercocok tanam jenis jagung merupakan hibah dari APJI beserta bibit jagungnya kepada pihak pondok pesantren di Kuningan untuk percontohan 5 hektare lahan yang sudah disediakan. Pihaknya pun terus berusaha untuk mendata ponpes yang memiliki tanah untuk digarap dengan ditanami jagung.

Sementara itu, Bupati H Acep Purnama SH MH dalam sambutannya mengungkapkan, Pemkab Kuningan menyambut baik kegiatan pemberdayaan tersebut dan berjanji akan memberdayakan tanah seluas 21 hektare milik pemda untuk digarap dan dikelola oleh LPPNU dengan ditanami jagung. Langkah ini, kata Acep, sebagai upaya memproduktifkan lahan pemda yang nganggur walaupun sempat digarap untuk tebu.

“Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong langkah berbagai pihak yang punya gagasan untuk mendorong para santri mengembangkan keterampilan di lingkungan pondok pesantren. Santri dituntut punya keterampilan khusus dalam mengembangkan dirinya, di samping menekuni ilmu keagamaan. Para santri dituntut memiliki keterampiln atau keahlian bidang tertentu, di samping mereka menuntut ilmu keagamaan. Misalnya keahlian bidang pertanian dan lain sebagainya,” kata Acep.

Acep juga mengucapkan terima kasih khususnya kepada Pemerintah Desa Sindang yang telah menyediakan lahan seluas lima hektare untuk ditanami jagung. Begitu pula kepada pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. “Mungkin ini sebagai langkah awal kita untuk memberdayakan para santri. Ke depan kita survei lahan milik pemerintah daerah yang bisa dijadikan sebagai lahan pertanian para santri,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Jagung Indonesia (APJI) Dr Ir H Sholahudin mengungkapkan, dari hibah mesin alat tanam jagung kepada ponpes tersebut, nantinya akan ada bagi hasil dengan keuntungan sistem 80 persen ponpes pemilik lahan dan 20 persen untuk APJI. Keuntungan yang diambil APJI kemudian akan diberikan kembali untuk lahan perkebunan jagung di daerah lain.

“Yang membutuhkan bibit dan alat tanam, insya Allah kemitraan APJI dan ponpes via wadah LPPNU akan bisa membantu beberapa ponpes menjadi mandiri dan menjadi percontohan,” ungkapnya.

 

 

Liputan/Rilis: (Alex)
Editor : Nofri

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!