600 TON BERAS DI GUDANG BULOG SEMARANG RAIB,KEJAKSAAN TINGGI JATENG TAHAN SATU TERSANGKA

Onlinebuser.com,SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan beras sebanyak 697,65 ton di Gudang Bulog Baru (GBB) Randugarut, Semarang.

Penahanan tersangka Nurul Huda, juru timbang di GBB Randugarut, dilakukan Selasa (5/9/2017) sore.Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang untuk 20 hari ke depan.

Kami lakukan penahanan tersangka kasus dugaan korupsi beras Bulog dengan inisial NH. Kami tahan tersangka di Lapas Kedungpane,” kata Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Jawa Tengah, J Hendrik Pattipeilohy.

Sebelum ditahan, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Nurul Huda dari pukul 09.00 hingga 16.45 WIB.
Selanjutnya, penyidik langsung membawa tersangka ke Lapas Kedungpane.Sebelumnya diinformasikan beras sebanyak 600 ton lebih di Gudang Randugarut dilaporkan hilang.
Bulog menduga kasus pencurian yang merugikan negara Rp 6 miliar rupiah ini dilakukan oleh orang dalam.

Terungkapnya kasus pencurian beras ini berawal dari informasi karyawan di gudang Bulog yang kemudian ditindaklanjuti Satuan Pengawas Internal (SPI) Bulog Divisi Regional Jawa Tengah.

Dari pemeriksaan SPI, pencurian beras itu ternyata benar sehingga dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Hasil pemeriksaan penyidik Kejaksaan Tinggi, korupsi beras dilakukan dengan modus mengelabui keberadaan tumpukan beras di bagian tengah.

Tumpukan beras di gudang itu kan tinggi, oleh pelaku bagian tengah dikosongi agar tidak kelihatan. Di sisi samping dan atas ditutupi karung-karung beras,” ungkap Hendrik.

Penyidik sejauh ini telah memeriksa lima orang sebagai saksi.
Dua di antaranya adalah kepala gudang dan juru timbang yang kini telah dinonaktifkan.

Kepala gudang dan juru timbang merupakan penanggung jawab stok beras di gudang,” jelasnya.

Liputan/Rilis : Suyono Jateng

Editor : Nofri 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!